Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

DPRD Batang Fraksi Gerindra Minta Pasien Dugaan Keracunan MBG Diprioritaskan

DPRD Batang Fraksi Gerindra Minta Pasien Dugaan Keracunan MBG Diprioritaskan

Anggota DPRD Batang Fraksi Gerindra saat menjenguk korban Keracunan Masal MBG di RSUD Batang-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Penanganan pasien dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang menjadi perhatian DPRD Batang.

Anggota DPRD Batang Fraksi Gerindra, Nur Cahya dan Rustriningsih, mendatangi RSUD Batang, Kamis (24/9) sore. Keduanya melihat langsung kondisi pasien yang masih menjalani perawatan sekaligus memastikan penanganan korban berjalan optimal.

Dalam kunjungan tersebut, mereka meminta agar pasien yang terdampak dugaan keracunan mendapatkan prioritas penanganan dan ditempatkan di ruang perawatan yang layak.

"Kami menginginkan semua pasien yang pernah keracunan ini ditempatkan di tempat yang bagus, dirawat," ujar Nur Cahya.

Ia juga menyoroti pasien yang belum mendapatkan kamar. Menurutnya, apabila nantinya tersedia ruang perawatan, pasien tersebut perlu segera dipindahkan agar mendapatkan penanganan yang lebih optimal.

"Kalau ada yang belum dapat kamar, nanti kalau sudah ada kamar kosong, saya minta itu dipindahkan," tegasnya.

Berdasarkan konfirmasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, sebanyak 411 warga terindikasi mengalami gejala dugaan keracunan. Mereka mendapatkan penanganan di dua rumah sakit dan sejumlah puskesmas. Sekitar 120 pasien di antaranya masih menjalani rawat inap, dengan kondisi yang mulai membaik.

Sementara itu, dari kunjungan ke Kalisari, terdapat 58 pasien yang mendapatkan penanganan. Sebagian pasien mengalami gejala yang tergolong ringan, seperti demam dan gangguan pencernaan.

Selain penanganan pasien, Nur Cahya dan Rustriningsih juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi tersebut mencakup kondisi bangunan, peralatan hingga operasional dapur agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Namun, Nur Cahya menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan sumber dugaan keracunan maupun menyalahkan SPPG.

"Kita tidak tahu permasalahannya ada di mana. Kami juga tidak akan menyalahkan SPPG. Kita evaluasi bersama dan mencari titiknya. Nanti setelah hasil laboratorium keluar, baru kita bisa memastikan penyebabnya," katanya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan sumber penyebab kejadian tersebut. Sejumlah bahan makanan disebut sebagai kemungkinan, tetapi masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan.

Yang terpenting saat ini, lanjutnya, adalah memastikan seluruh warga yang mengalami gejala mendapatkan perawatan hingga kondisi mereka benar-benar membaik. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait