Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

IP3A Kalijogo Tolak Pengeringan, Minta Dikaji Ulang

IP3A Kalijogo Tolak Pengeringan, Minta Dikaji Ulang

--

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Ikatan Petani Pemakai Air (IP3A) Kalijogo Daerah Irigasi (DI) Sragi menolak rencana pengeringan saluran irigasi mulai 1 Oktober 2026 selama 15 hari. Kebijakan tersebut dinilai perlu dikaji kembali mengingat kondisi masih berlangsungnya musim kemarau panjang dan banyak tanaman padi yang membutuhkan pasokan air.

Ketua IP3A Kalijogo DI Sragi, Tangguh, mengatakan pengeringan saluran irigasi pada kondisi saat ini dikhawatirkan berdampak terhadap tanaman padi yang masih berada di areal persawahan.

"Kami IP3A Kalijogo menolak pengeringan mulai 1 Oktober selama 15 hari. Kami meminta dinas terkait untuk mengkaji kembali rencana tersebut karena saat ini masih musim kemarau panjang," kata Tangguh.

Menurutnya, kondisi di lapangan perlu menjadi pertimbangan sebelum pelaksanaan pengeringan dilakukan. Sebab, masih terdapat tanaman padi yang membutuhkan air untuk mempertahankan pertumbuhan hingga memasuki masa panen.

Tangguh berharap instansi terkait dapat turun langsung melihat kondisi tanaman dan ketersediaan air di wilayah DI Sragi. Dengan demikian, keputusan terkait pengeringan dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani di lapangan.

"Kami berharap rencana pengeringan ini dikaji lagi. Masih banyak tanaman padi yang perlu diselamatkan dan membutuhkan air," ujarnya.

Ia menilai, pengaturan distribusi air selama musim kemarau perlu dilakukan secara cermat agar kebutuhan tanaman padi tetap dapat terpenuhi. Menurutnya, kondisi petani dan tanaman di lapangan harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan pengelolaan irigasi.

IP3A Kalijogo, lanjut Tangguh, siap berkoordinasi dengan dinas maupun instansi terkait untuk mencari solusi terbaik. Hal itu penting agar kepentingan pemeliharaan jaringan irigasi tetap berjalan tanpa mengorbankan tanaman padi yang masih membutuhkan pasokan air.

"Kami bukan berarti tidak mendukung pemeliharaan irigasi. Namun, waktunya perlu dikaji kembali karena kondisi sekarang masih kemarau dan tanaman padi masih banyak yang membutuhkan air," katanya.

Tangguh berharap ada solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan pemeliharaan jaringan irigasi sekaligus menjaga keberlangsungan tanaman padi milik petani.

"Kami berharap ada kebijakan yang bisa menyelamatkan tanaman padi petani, terutama yang masih membutuhkan air sampai panen." pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: