Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

Brincubator Local BRI Perkuat Kapasitas UMKM Pekalongan

Brincubator Local BRI Perkuat Kapasitas UMKM Pekalongan

Pembekalan- Pembekalan UMKM melalui program Brincubator Local 2026 yang berlangsung di Aula Dindagkop Kota Pekalongan, Kamis (24/9/2026).-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi

Radarpekalongan.co.id – BRI melalui Rumah BUMN Pekalongan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui program Brincubator Local 2026. Program inkubasi tersebut memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM untuk memperkuat berbagai aspek dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.

Salah satu rangkaian kegiatan Brincubator Local 2026 yakni pelatihan Communication and Negotiation Skill yang digelar di Aula Dindagkop Kota Pekalongan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 25 UMKM yang sebelumnya telah melalui proses kurasi.

Fasilitator Rumah BUMN BRI Pekalongan, Noviyanti, mengatakan Brincubator Local merupakan program inkubasi UMKM yang diselenggarakan BRI dengan materi yang telah disusun berdasarkan silabus dan modul dari kantor pusat BRI.

BACA JUGA:Ratusan Pereli Ramaikan Kejurnas Sprint Rally di KEK Batang, Dongkrak Sport Tourism Jateng

BACA JUGA:Ungkap Duka atas Wafatnya Bambang Bintoro, Bupati Batang M Faiz Kurniawan: Beliau Sosok yang Mengayomi

BACA JUGA:12 Tahun Fifi Skin Clinic, Bertahan Jadi Pencapaian di Tengah Tantangan Ekonomi

“Pelatihannya lebih terkonsep dengan silabus dan modul yang telah ditetapkan oleh kantor BRI pusat, sehingga materi yang diberikan sesuai standar,” ujarnya.

Dalam program tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Di antaranya keterampilan komunikasi, digital marketing, laporan keuangan, manajemen operasional bisnis, serta manajemen rantai pasok.

Sebelum mengikuti program, Rumah BUMN Pekalongan melakukan proses kurasi terhadap sekitar seratusan UMKM yang mendaftar. Dari proses tersebut terpilih 25 UMKM, terdiri atas sembilan UMKM makanan, sembilan UMKM fashion, serta tujuh UMKM kerajinan, home decor, dan craft.

Proses kurasi mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti omzet, keunikan produk, nilai produk, nilai pemilik usaha, serta keberadaan dan pengelolaan marketplace.

BACA JUGA:Anak Punk Diduga Terlibat Curanmor di Wilayah Pegunungan Pekalongan-Banjarnegara

BACA JUGA:Perubahan Iklim Ancam Kandangserang, KF dan DPRD Jateng Dorong 10 Desa Segera Jalankan Aksi Mitigasi

BACA JUGA:Astra Motor Jateng Tawarkan DP Murah Mulai Rp500 Ribu untuk Motor Honda Impian

Dalam pelatihan komunikasi dan negosiasi, peserta dibekali kemampuan untuk memperkenalkan produk, menjelaskan keunggulan dan fungsi produk, hingga menyampaikan cerita di balik proses produksinya. Kemampuan tersebut dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga mampu menyampaikannya kepada pasar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait