Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

Deep Learning Diperkuat, Siswa Kota Pekalongan Dipersiapkan Hadapi TKA Sejak Dini

 Deep Learning Diperkuat, Siswa Kota Pekalongan Dipersiapkan Hadapi TKA Sejak Dini

PENDIDIKAN - Dinas Pendidikan Kota Pekalongan menerapkan deep learning atau pembelajaran mendalam untuk membangun pola pikir kritis dan kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh.-ABDURROHMAN-

RADARPEKALONGAN.CO.ID – Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai dilakukan sejak dini oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan. Tak hanya membekali siswa dengan kemampuan akademik, sekolah juga didorong menerapkan deep learning atau pembelajaran mendalam untuk membangun pola pikir kritis dan kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh.

Penguatan pembelajaran mendalam tersebut dilakukan secara bertahap, mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Dindik Kota Pekalongan agar siswa tidak sekadar terbiasa mengerjakan soal, tetapi mampu memahami informasi, menganalisis persoalan, dan menentukan jawaban berdasarkan pemahaman yang dimiliki.

Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, mengatakan penguatan tersebut diawali dengan meningkatkan kompetensi guru. Fokus awal diberikan kepada guru Matematika SMP dan guru kelas 6 SD yang dinilai memiliki peran penting dalam persiapan TKA.

Para guru tersebut mendapatkan pelatihan mengenai penyusunan soal sekaligus pemahaman terhadap karakter soal TKA. Setelah mengikuti pelatihan, mereka diharapkan dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada guru lainnya di sekolah masing-masing. “Guru-guru ini terlebih dahulu dilatih agar memahami karakter soal TKA. Nantinya, mereka juga akan memberdayakan dan melatih teman-teman guru lainnya,” ujar Mabruri.

Deep Learning Latih Siswa Berpikir Kritis

Menurut Mabruri, penerapan deep learning bukan sekadar metode untuk menghadapi TKA. Pembelajaran mendalam diarahkan untuk membentuk kemampuan berpikir siswa agar lebih kritis, mampu melihat persoalan secara utuh, serta memiliki kemampuan memahami informasi secara lebih luas.

Kemampuan tersebut dinilai penting karena karakter soal TKA dapat menghadirkan pengantar atau stem yang cukup panjang. Siswa tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan menghafal, tetapi harus mampu membaca, memahami informasi, kemudian menganalisisnya sebelum menentukan jawaban.

“Pembelajaran mendalam kita arahkan agar anak mampu berpikir kritis, memahami persoalan secara menyeluruh, dan berpikir lebih luas. Ini penting karena soal TKA bisa memiliki pengantar yang cukup panjang,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak mudah kehilangan fokus ketika menghadapi soal dengan narasi panjang maupun permasalahan yang membutuhkan proses berpikir lebih kompleks.

Siswa Dibiasakan Hadapi Ujian Berbasis Komputer

Selain memperkuat kemampuan akademik, Dindik Kota Pekalongan juga mendorong sekolah menggelar try out berbasis komputer. Langkah tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menjawab soal. Lebih jauh, try out menjadi sarana membiasakan siswa menghadapi sistem ujian berbasis komputer.

Sebab, dalam pelaksanaan tes berbasis komputer, siswa perlu memiliki keterampilan teknis dasar, seperti menggerakkan kursor, melakukan scroll, serta mengoperasikan perangkat secara efektif. “Yang memengaruhi nilai itu tidak hanya kemampuan akademis, tetapi juga keterampilan anak menggunakan komputer karena tesnya berbasis komputer,” terang Mabruri.

Pembiasaan tersebut diharapkan membuat siswa lebih familiar dengan perangkat komputer sehingga saat mengikuti TKA nantinya dapat lebih fokus pada soal yang dihadapi.

Pembelajaran Mendalam Tidak Hanya untuk Kelas 6

Mabruri menegaskan, penguatan pembelajaran mendalam tidak hanya menyasar siswa kelas 6 SD dan jenjang SMP yang akan menghadapi TKA.

Guru kelas 1 hingga kelas 5 SD juga mulai diarahkan menerapkan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis. Hal serupa diterapkan pada guru kelas 7 dan 8 SMP.

Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis dan pemahaman mendalam dibangun secara bertahap sejak siswa berada di jenjang awal pendidikan. Selain itu, guru juga didorong menyusun soal yang mengacu pada karakter soal TKA. Harapannya, siswa tidak baru mengenal pola soal tersebut ketika sudah mendekati pelaksanaan tes.

Sekolah Siapkan Strategi Pendampingan Sesuai Kebutuhan Siswa

Di tingkat satuan pendidikan, strategi pendampingan siswa juga disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Sejumlah sekolah mulai menerapkan tutor sebaya, menambah jam pembelajaran, hingga memberikan kesempatan kepada siswa mengikuti bimbingan belajar dengan tetap memperhatikan jadwal kegiatan sekolah.

Menurut Mabruri, berbagai strategi tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mempersiapkan diri. “Semua jalur kita dorong, kita berikan kesempatan yang maksimal. Harapannya anak-anak dipersiapkan sejak awal, sehingga lebih siap menghadapi TKA maupun tantangan pembelajaran ke depan,” pungkasnya.

Melalui penguatan deep learning, peningkatan kompetensi guru, try out berbasis komputer, serta pendampingan sesuai kebutuhan siswa, Dindik Kota Pekalongan berupaya membangun kesiapan peserta didik secara bertahap.

Persiapan yang dilakukan sejak dini diharapkan bukan hanya membuat siswa lebih mengenal karakter TKA, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis yang dapat menjadi bekal menghadapi proses pembelajaran dan tantangan pendidikan di masa mendatang. (dur)

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: