Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

Krisis Air Bersih Pekalongan Makin Mendesak, Armada Tangki Terbatas, Dropping Sampai Dini Hari

Krisis Air Bersih Pekalongan Makin Mendesak, Armada Tangki Terbatas, Dropping Sampai Dini Hari

Akibat keterbatasa armada di tengah lonjakan permintaan dropping air, petugas BPBD Kabupaten Pekalongan menyalurkan air bersih ke warga terdampak hingga malam hari, bahkan menjelang Subuh.-Hadi Waluyo.-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID — Kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan terus meningkat. Di tengah permintaan bantuan yang terus bertambah, keterbatasan armada tangki air membuat proses pendistribusian harus dilakukan hingga malam bahkan menjelang dini hari.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pekalongan per Selasa, 29 September 2026, pukul 07.00 WIB, sebanyak 1.630.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Air tersebut disalurkan menggunakan 393 tangki untuk memenuhi kebutuhan warga di 21 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Total penerima manfaat mencapai 6.518 kepala keluarga (KK) atau 22.603 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto, Selasa, 29 September 2026, mengatakan, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala utama dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Saat ini, BPBD Kabupaten Pekalongan hanya memiliki satu armada tangki yang dapat digunakan. Untuk memperkuat pelayanan, BPBD juga memanfaatkan satu armada pinjaman dari Kementerian Pekerjaan Umum serta satu armada bantuan dari PMI.

Baca juga:Empat Bulan Alami Kekeringan, Warga Garungwiyoro Terpaksa Mandi dan Cuci di Sungai

"Kita punya satu, pinjam Kementerian PU satu dan dibantu juga PMI satu. Yang harus dilayani 10 kecamatan, 21 desa di 40 titik," kata Agus Pranoto.

Dengan jumlah armada yang terbatas tersebut, proses dropping air harus dilakukan secara bergantian dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Kondisi itu menyebabkan pendistribusian air terkadang berlangsung hingga larut malam.

"Mohon maaf armada terbatas, ada yang rusak sehingga harus kita perbaiki dulu, sehingga waktu dropping terpaksa sampai malam," ujarnya.

Bahkan, informasi dari petugas di lapangan menyebutkan dropping air dilakukan hingga menjelang Subuh. Hal itu terjadi karena permintaan bantuan air bersih terus meningkat, sementara ketersediaan armada tangki dan tandon besar masih terbatas.

Dari total distribusi tersebut, Kecamatan Doro menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan dan penyaluran air bersih terbesar. Di wilayah ini, bantuan telah disalurkan ke 5 desa dengan masyarakat terdampak mencapai 2.412 KK atau 6.886 jiwa. Sebanyak 169 tangki atau 710.500 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah tersebut.

Selain Doro, distribusi juga dilakukan di Kecamatan Sragi sebanyak 78 tangki atau 317.000 liter untuk 238 KK atau 816 jiwa. Kemudian Kecamatan Paninggaran menerima 33 tangki atau 136.000 liter untuk 335 KK atau 2.100 jiwa.

Kecamatan Kesesi menerima 27 tangki atau 110.500 liter untuk 854 KK atau 3.321 jiwa. Sementara Kecamatan Siwalan menerima 22 tangki atau 90.000 liter bagi 312 KK atau 840 jiwa.

Distribusi juga mencakup Kecamatan Karanganyar sebanyak 20 tangki atau 83.000 liter untuk 671 KK atau 2.223 jiwa; Wonokerto 16 tangki atau 67.000 liter untuk 378 KK atau 1.276 jiwa; serta Kajen 14 tangki atau 60.000 liter untuk 395 KK atau 1.255 jiwa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait