Buntut Dugaan Keracunan MBG, Bupati Batang Tegaskan "Zero Tolerance" dan Evaluasi Dapur Bersama BGN
Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat menjenguk korban dugaan keracunan MBG di RSUD Batang.-Dony Widyo -
BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) BATANG memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya dugaan insiden di wilayahnya. Pemkab menegaskan komitmen zero tolerance atau tidak menoleransi segala bentuk kecelakaan terkait pelayanan gizi masyarakat.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menentukan penyebab pasti insiden tersebut.
Selain itu, Pemkab Batang tengah melakukan audit serta berkoordinasi secara intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait keberlanjutan operasional dapur penyedia layanan.
"Langkah pertama, tentu saja kita sedang menunggu hasil uji lab, kemudian sedang on process untuk melakukan audit atau koordinasi dengan BGN untuk dapur tersebut. Hasilnya nanti akan segera kami publikasikan," ujar Bupati Faiz saat ditemui media usai sidang paripurna DPRD Batang, Kamis 1 Oktober 2026.
BACA JUGA:Paripurna DPRD Batang: Bupati Dorong Penataan Pemakaman hingga Penguatan Desa Wisata
Bupati Faiz menjelaskan, saat ini operasional dapur MBG yang bersangkutan dihentikan sementara. Keputusan akhir mengenai penutupan permanen atau evaluasi kelayakan dapur tersebut sepenuhnya berada di tangan BGN berdasarkan rekomendasi yang disusun oleh pemerintah daerah.
"Sementara memang disampaikan ditutup sementara. Apakah nanti layak atau tidak dalam konteks pelayanan gizi ke depan, sehingga perlu ditutup permanen atau tidak, yang memutuskan adalah BGN. Kami dari pemerintah daerah akan memberikan rekomendasi terkait kelayakannya," kata Faiz.
Evaluasi Ketat dan Satgas MBG
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, Pemkab Batang mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dipimpin oleh Wakil Bupati Batang.
Satgas ditugaskan untuk membina komunikasi dan koordinasi intensif dengan seluruh Satuan Pelayanan Bantuan Gizi (SPBG) di Kabupaten Batang.
Koordinasi tersebut mencakup seluruh pengelola SPBG, pihak yayasan, ahli gizi, hingga kepala dapur di setiap unit pelayanan.
"Prinsipnya kita pada posisi zero tolerance terhadap accident khusus di Kabupaten Batang," tegas Faiz.
Mengenai kondisi korban yang terdampak insiden tersebut, Faiz memastikan sebagian besar warga telah selesai menjalani perawatan medis dan diperbolehkan pulang.
"Sudah pulang semua, hanya ada satu kalau tidak salah yang masih dalam penanganan," tuturnya.
Audit Insiden PMT
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

