Gemar Jariah, Gerakan Baru Mengolah Jelantah Menjadi Rupiah
Launching- launching Gerakan Bersama Merubah Jelantah Jadi Rupiah (Gemar Jariah) di Kota Pekalongan.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi
Radarpekalongan.co.id – Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah mulai didorong menjadi sumber nilai ekonomi melalui Gerakan Bersama Merubah Jelantah Jadi Rupiah (Gemar Jariah) di Kota Pekalongan. Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan pembukaan Festival Literasi Kota Pekalongan, Senin (5/10/2026).
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mengatakan Gemar Jariah merupakan program TP PKK Provinsi Jawa Tengah yang diikuti seluruh kabupaten/kota. Di Kota Pekalongan, gerakan pengumpulan minyak jelantah sebenarnya telah berjalan, namun kini diperkuat melalui program yang mendorong masyarakat untuk menabung minyak jelantah.
“Minyak jelantah ini kita lihat sebagai satu limbah. Kalau dibuang ke tanah atau saluran bisa menyumbat saluran dan merusak ekosistem yang ada di air. Tetapi dengan kita menabung dan memanfaatkannya kembali, limbah ini bisa mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mempunyai nilai ekonomi dan menghasilkan rupiah,” kata Inggit, Senin (5/10/2026).
BACA JUGA:PBSI Batang Kembali Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Usia Dini DPRD Cup 2026
BACA JUGA:HUT ke-81 TNI, Plt Bupati Pekalongan Sukirman Apresiasi Peran TNI dalam Keamanan dan Pembangunan
BACA JUGA:HUT ke-81 TNI, Dandim Pekalongan Tekankan Profesionalisme dan Sinergi
Dalam peluncuran tersebut, TP PKK Kota Pekalongan mengajak berbagai unsur untuk berpartisipasi, mulai organisasi perangkat daerah (OPD), ASN, Dharma Wanita, kader PKK hingga kader posyandu. Dukungan tersebut diwujudkan dengan mengumpulkan dan menyedekahkan minyak jelantah untuk mendukung dimulainya program.
Hasilnya, sekitar 3.300 liter minyak jelantah berhasil dikumpulkan dalam peluncuran Gemar Jariah. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Inggit karena menunjukkan dukungan berbagai pihak terhadap gerakan pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang pemanfaatan ekonomi.
“Alhamdulillah saya sangat senang sekali. Artinya support dari semua yang kita ajak, dari OPD, kader PKK, posyandu dan Dharma Wanita semuanya mendukung. Untuk launching ini kita terkumpul 3.300 liter,” ujarnya.
BACA JUGA:Lapas Pekalongan Sampaikan Apresiasi atas Pengabdian Guru Pendidikan Kesetaraan
BACA JUGA:Festival Literasi Pekalongan Dorong Minat Baca dan Kreativitas Masyarakat
BACA JUGA:UKS KB/TK Al-Irsyad Al-Islamiyah Gandeng Guest Teacher, Ajari Anak Bijak Pilih Makanan
Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan sedekah minyak jelantah saat peluncuran. Ke depan, masyarakat diarahkan untuk menabung minyak jelantah sehingga hasil pengumpulannya dapat dikonversi menjadi rupiah.
Untuk menjaga keberlanjutan program, setiap kelurahan akan memiliki PIC yang bertugas mengelola dan menampung minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat. Selanjutnya, minyak jelantah tersebut akan diambil oleh mitra, sesuai kerja sama yang telah dilakukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

