Jalan Utama Klesem–Bodas Ambrol Sejak Desember 2025, Separuh Badan Jalan Terputus
Kondisi jalan utama penghubung Klesem–Bodas memprihatinkan. Sebagian badan jalan ambrol akibat longsor atau erosi pada bahu jalan.-Hadi Waluyo.-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Kondisi jalan utama penghubung Klesem–Bodas memprihatinkan. Sebagian badan jalan ambrol akibat longsor atau erosi pada bahu jalan.
Kerusakan yang terjadi sejak Desember 2025 tersebut hingga kini belum tertangani secara tuntas, meski perbaikan disebut pernah dilakukan.
Kerusakan jalan itu cukup parah. Sebagian badan jalan di sisi kiri terputus, menyisakan lubang besar dengan material batu dan fondasi semen yang tampak terkelupas. Akibatnya, lebar jalan yang bisa dilalui kendaraan menjadi sangat terbatas.
Berdasarkan keterangan perangkat Desa Bodas, Handoyo, kerusakan berada di jalur utama penghubung Bodas menuju Klesem.
"Itu jalur utama, Klesem-Bodas. Rusak sejak Desember 2025," ungkap Handoyo, Senin, 12 Oktober 2026.
Ia menyebut, kerusakan jalan tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar 2 meter. Kondisi itu membuat sebagian badan jalan tidak bisa dimanfaatkan secara normal oleh pengguna jalan.
"Sudah pernah diperbaiki, tapi mangkrak," kata Handoyo.
Baca juga:Jembatan Gintung Kandangserang Rusak Parah, Dibongkar dan Dibangun Ulang Rp290 Juta
Kondisi jalan yang ambrol ini menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Bodas–Klesem. Kerusakan pada sisi jalan membuat ruang gerak kendaraan semakin sempit, terutama ketika pengendara harus berpapasan dengan kendaraan lain.
Risiko kecelakaan semakin besar karena lokasi kerusakan berada di kawasan tanjakan yang cukup curam. Di sisi jalan yang ambrol juga tidak terlihat pagar pengaman yang memadai untuk melindungi pengguna jalan agar tidak terperosok ke bagian yang longsor.
Pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas di jalur tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta memperhatikan kondisi jalan sebelum melewati titik kerusakan.
Terlebih, kerusakan badan jalan yang cukup panjang berpotensi membahayakan pengendara apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

