Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

Solusi Sampah Pesantren: Tim Riset MoRA-LPDP Latih Budidaya Maggot BSF di PP Syarief Hidayatullah Wonopringgo

Solusi Sampah Pesantren: Tim Riset MoRA-LPDP Latih Budidaya Maggot BSF di PP Syarief Hidayatullah Wonopringgo

Pondok Pesantren Syarief Hidayatullah (Syahid) di Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini bertransformasi menjadi pelopor green pesantren atau pesantren ramah lingkungan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui program pelatihan dan praktik budi-Nanang/UIN Gus Dur-

PEKALONGAN — Pondok Pesantren Syarief Hidayatullah (Syahid) di Wonopringgo, Kabupaten PEKALONGAN, Jawa Tengah, kini bertransformasi menjadi pelopor green pesantren atau pesantren ramah lingkungan. 

Langkah nyata ini diwujudkan melalui program pelatihan dan praktik budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) hasil kolaborasi strategis antara Tim Riset Ministry of Religious Affairs (MoRA) – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) RI, LP2M UIN Pekalongan, serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan.

Program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga merintis kemandirian ekonomi pesantren berbasis sirkular ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.

Mengubah Limbah Dapur Pesantren Menjadi Cuan dan Pakan Berkualitas

Sebagai pusat pendidikan yang menampung ratusan santri, pesantren menghasilkan limbah organik sisa konsumsi harian dalam jumlah yang cukup besar. 

Menanggapi tantangan ini, Tim Riset MoRA-LPDP menghadirkan solusi inovatif melalui budidaya maggot BSF.

Pelatihan praktik lapangan yang digelar di Wonopringgo, Pekalongan ini dipandu langsung oleh praktisi dan aktivis pengelolaan sampah kenamaan, Rudi Hanama. 

Dalam sesinya, Rudi menjelaskan bahwa larva lalat tentara hitam atau maggot BSF merupakan dekomposer alami paling efisien untuk mengurai sampah organik dapur tanpa menimbulkan bau menyengat.

“Pengelolaan sampah membutuhkan proses pembiasaan dan perubahan pola hidup, sehingga tentu memerlukan waktu dan konsistensi. Namun, semangat, disiplin, dan antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para santri memberikan optimisme besar bahwa pesantren mampu menjadi pelopor peradaban ekologis yang bersih, mandiri, dan berkah.”

— Dr. Nanang Hasan Susanto, M.Pd., Ketua Tim Riset MoRA-LPDP

Selain mengurai sampah secara kilat, maggot memiliki kandungan protein tinggi yang sangat ideal dijadikan pakan alternatif untuk ikan atau ternak di lingkungan pesantren. 

Proses penguraian ini juga menghasilkan pupuk organik kasgot (bekas maggot) berkualitas tinggi yang bermanfaat untuk sektor pertanian lokal.

Keberlanjutan Program: Dari Pemilahan Sampah hingga Sirkular Ekonomi di Pekalongan

Inisiatif di Pondok Pesantren Syarief Hidayatullah Wonopringgo ini bukanlah program instan. Pelatihan budidaya maggot merupakan tahap lanjutan dari rantai pengolahan sampah terpadu yang telah dirintis sebelumnya.

Sebelumnya, tim pendamping sukses menginisiasi gerakan pemilahan sampah organik dan anorganik langsung dari sumbernya di lingkungan pesantren. 

Hasilnya sangat membanggakan: sampah anorganik yang terpilah telah berhasil dijual sebanyak tiga kali dengan estimasi nilai ekonomi mencapai Rp200.000-an. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait