Cegah Korupsi Sejak Dini, Generasi Muda Pekalongan Diajak Perkuat Integritas
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Upaya menanamkan budaya antikorupsi di Kabupaten Pekalongan menyasar kalangan generasi muda. Tak hanya melalui sosialisasi tatap muka, edukasi mengenai integritas kini dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan anak muda, yakni melalui podcast bersama Radio Kota Santri (RKS).
Program yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) berkolaborasi dengan Inspektorat Kabupaten Pekalongan tersebut berlangsung di Ruang Command Center Dinkominfo, kompleks Alun-alun Kajen, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut program Sinergi Integritas Muda Indonesia (Sintesis) yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Kepala Inspektorat Kabupaten Pekalongan, Ali Reza, mengatakan, pendidikan antikorupsi perlu disampaikan kepada berbagai kelompok masyarakat. Dalam pelaksanaan program Sintesis di Kabupaten Pekalongan, terdapat tiga sasaran utama yang menjadi fokus edukasi, yakni aparatur sipil negara (ASN), generasi muda, dan kalangan santri di lingkungan pondok pesantren.
“Prinsipnya adalah untuk melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya integritas dan antikorupsi,” ujarnya.
Menurut Ali, pemanfaatan podcast menjadi salah satu alternatif untuk menyampaikan pesan antikorupsi kepada generasi muda. Ia berharap, pola edukasi semacam ini dapat dikembangkan sebagai model sosialisasi oleh pemerintah daerah agar nilai-nilai integritas semakin mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum menyasar anak muda melalui podcast, edukasi antikorupsi bagi ASN telah dilaksanakan di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan melalui kegiatan ASN Berintegritas. Rangkaian program tersebut selanjutnya dijadwalkan menyasar kalangan santri di Pondok Pesantren Al-Hasyimi, Kedungwuni.
Spesialis Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Achmad Irsyad Darmawan, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana aksi alumni Sintesis 2026. Selain memberikan pemahaman mengenai antikorupsi kepada aparatur pemerintah, program ini juga mendorong perluasan edukasi kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok strategis.
Sementara itu, Alumni Sintesis KPK 2026, Najah Farahulhusna, menjelaskan, Sintesis merupakan program yang memberikan ruang bagi generasi muda di seluruh Indonesia untuk terlibat langsung dalam upaya penguatan integritas. Program di bawah Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI tersebut diawali dengan proses seleksi administrasi, wawancara, hingga penyusunan rencana aksi integritas.
Dari seluruh tahapan seleksi, sebanyak 50 peserta terbaik mendapatkan kesempatan mengikuti bootcamp secara langsung di KPK RI. Setelah menyelesaikan program tersebut, para peserta memiliki tanggung jawab untuk menjalankan rencana aksi integritas di daerah masing-masing.
“Nah, kegiatan yang kami lakukan hari ini merupakan bagian dari tindak lanjut tersebut, yang kami namai Aksi Integritas Kabupaten Pekalongan,” jelas Najah.
Melalui kolaborasi Dinkominfo, Inspektorat, KPK RI, dan alumni Sintesis, gerakan antikorupsi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas perlu terus dilakukan agar tumbuh menjadi kesadaran bersama, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat, khususnya generasi muda Kabupaten Pekalongan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

