Polisi Ungkap Penyebab Doplak Pengangkut Sapi Terjun Ke Jurang di Paninggaran, Blantik Sapi Tewas
Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Alfian Kharisma Putra datang langsung ke TKP doplak masuk jurang di Jalan Raya Paninggaran-Kajen, Selasa, 3 November 2026. -Hadi Waluyo.-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Kecelakaan maut doplak pengangkut sapi yang terjun ke jurang di Jalan Raya Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Selasa, 3 November 2026, diduga akibat pengemudi tidak mampu menguasai laju kendaraan saat melintasi jalan menikung dan menurun di wilayah pegunungan tersebut.
Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Alfian Kharisma Putra, Rabu, 4 November 2026, menerangkan, kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan mobil pikap Mitsubishi T120 SS bernomor polisi G 9478 EB yang mengangkut seekor sapi.
Kecelakaan tunggal mobil doplak itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Raya Paninggaran, tepatnya di Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran.
Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia, pengemudi mengalami cedera kepala, serta seekor sapi yang diangkut kendaraan turut mati di lokasi kejadian.
Ia, menjelaskan, kendaraan tersebut dikemudikan Tohir (56) (bukan Dakiri,red), warga Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran.
Sementara penumpangnya bernama Kanapi alias Nyana (57), warga Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran. Korban Nyana ini merupakan seorang blantik sapi.
Menurutnya, sebelum kecelakaan terjadi, mobil pikap tersebut melaju dari arah selatan menuju utara dengan membawa seekor sapi.
Saat melintasi jalan menikung dan menurun, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga akhirnya terperosok ke jurang di sebelah kiri jalan.
"Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan jalan menikung dan menurun, kendaraan diduga hilang kendali hingga akhirnya terperosok ke jurang di sebelah kiri jalan," jelas AKP Alfian.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi dan penumpang mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi warga untuk mendapatkan pertolongan medis ke Puskesmas Paninggaran.
Namun, kondisi korban ternyata cukup serius. Tohir yang mengalami cedera kepala selanjutnya dirujuk ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara Kanapi alias Nyana yang sempat mendapatkan pertolongan di Puskesmas Paninggaran kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

