Perkuat Branding dan Pemasaran, Pakarti Gandeng Rumah BUMN Telkom
Kerjasama- Penandatanganan mou antara Pakarti dan Rumah BUMN Telkom Pekalongan-FOTO-Dok. Pakarti kota Pekalongan
Radarpekalongan.co.id – Pengembangan usaha berbasis urban farming tidak hanya bertumpu pada kegiatan budidaya, tetapi juga membutuhkan penguatan produk olahan, kualitas kemasan, legalitas hingga akses pemasaran. Upaya tersebut mulai diperkuat Paguyuban Kolaborasi Tani Urban Farming Kota Pekalongan (Pakarti) melalui kolaborasi dengan Rumah BUMN Telkom Pekalongan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pakarti dan Rumah BUMN Telkom pada Sabtu lalu. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mendukung pengembangan usaha kelompok urban farming agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Ketua Pakarti, Rohani, yang juga berasal dari Kelompok Nawasena, mengatakan kerja sama tersebut mencakup sejumlah aspek pendampingan, mulai dari pemasaran, pelatihan desain produk, pengembangan kemasan, branding hingga fasilitasi sertifikasi halal dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
"Melalui kerja sama ini, teman-teman juga mulai mengembangkan beberapa produk baru. Harapannya, Pakarti bisa menghasilkan produk olahan dari hasil kebun urban farming yang berkualitas, berdaya saing, memiliki izin, serta jangkauan pemasarannya semakin luas," ujarnya kepada Radar, (4/11/2026).
BACA JUGA:Buntut Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, KNPI Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
BACA JUGA:Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria
BACA JUGA:Plt Bupati Pekalongan Sukirman Buka Parade Dalang Anak, Dukung Pembinaan Dalang Anak dan Remaja
BACA JUGA:Sensasi Pedas Empal Cabe Ijo dan Kesegaran Butterfly Punch di Kiyana Premiere Hotel Batang
BACA JUGA:Musim Hujan Mengintai, 7 Wilayah di Kabupaten Pekalongan Rawan Banjir dan Longsor
Menurutnya, dukungan Rumah BUMN Telkom menjadi bagian penting dalam mendorong kelompok tani agar tidak hanya menghasilkan produk pertanian segar, tetapi juga mampu mengembangkan hasil panen menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pakarti merupakan paguyuban yang beranggotakan perwakilan pengurus kelompok tani urban farming di Kota Pekalongan. Keberadaannya berperan sebagai fasilitator dalam menghubungkan kelompok dengan berbagai pihak, sekaligus mendorong pengembangan kelembagaan, budidaya, sarana produksi hingga pemasaran.
Dalam pembagian peran pendampingan, aspek kelembagaan, budidaya dan sarana produksi diarahkan untuk dikoneksikan dengan pemerintah setempat. Sementara itu, Rumah BUMN diharapkan dapat memperkuat sisi pengembangan usaha, khususnya pemasaran, branding dan peningkatan kualitas produk.
Sejumlah peluang pasar juga mulai terbuka. Salah satunya melalui produk teh Renjana yang saat ini memasuki proses inkubasi melalui kolaborasi dengan Rumah BUMN BRI. Selain itu, hasil uji pasar turut membuka peluang kerja sama dengan Paguyuban Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) untuk memenuhi kebutuhan katering dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama komoditas sayuran seperti selada, tomat dan timun.
Saat ini, terdapat 21 kelompok urban farming yang bergabung dalam paguyuban Pakarti. Sebagian di antaranya telah berkembang menjadi kelompok tumbuh, sedangkan kelompok lainnya masih berada pada tahap dasar. Melalui pendampingan dan penguatan kapasitas secara bertahap, kelompok yang masih berada pada tahap dasar diharapkan dapat meningkatkan konsistensi produksi sekaligus mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya jual ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

