Banjir dan Longsor Landa Batang, DPRD Fokuskan Bantuan pada Dapur Umum

Kamis 22-01-2026,15:15 WIB
Reporter : Dony Widyo
Editor : Dony Widyo

BATANG — Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sejak Selasa (20/1/2026), mendorong keterlibatan langsung lembaga legislatif. DPRD setempat bergerak mendukung operasional dapur umum untuk memastikan pasokan makanan bagi korban terdampak.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, hujan dengan intensitas tinggi pada 20 Januari memicu bencana di sepuluh titik. Longsor terjadi di Kecamatan Pecalungan, Tersono, Bandar, dan Blado.

Sementara itu, banjir luapan Sungai Kupang dan Sungai Sambong merendam permukiman di Warungasem, Klidang Lor, dan Karangasem Utara. Di Desa Cepagan saja, tercatat 40 warga mengungsi akibat rumah mereka terendam.

Meski menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan infrastruktur jalan, BPBD menyatakan tidak ada korban jiwa dalam serangkaian kejadian tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengonfirmasi hal itu.

BACA JUGA:Korban Jatuh dari Kapal di Batang Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas Hingga Laut

BACA JUGA:Persagi Batang Minta Pelajar Putri Waspadai Bahaya Es Teh Jumbo

Prioritas Logistik Pangan

Menyikapi kondisi darurat, DPRD Kabupaten Batang menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung dapur umum yang dikelola Dinas Sosial.

Ketua DPRD Kabupaten Batang, Su'udi, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditunda dalam situasi bencana.

"Pimpinan dan anggota dewan peduli terhadap para korban. Bantuan ini difokuskan untuk kebutuhan dapur umum karena saat ini sangat dibutuhkan masyarakat," kata Su'udi, Kamis (22/1/2026), usai penyerahan bantuan.

Bantuan tersebut langsung disalurkan ke dapur umum yang menjadi pusat penyiapan makanan bagi warga terdampak dan pengungsi.

Dapur Umum Beroperasi Kembali

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Wilopo, menyambut positif dukungan dari DPRD tersebut. Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu kelancaran operasional dapur umum di tengah eskalasi kebutuhan.

Wilopo menjelaskan, setelah sempat melandai, dapur umum harus beroperasi kembali pada Rabu dan Kamis karena cuaca buruk kembali melanda dan banyak warga masih membutuhkan bantuan makanan siap saji.

"Atas perintah dan juga kondisi riil di lapangan, masyarakat masih sangat membutuhkan," ujarnya.

Setiap harinya, dapur umum ditargetkan memproduksi 1.000 hingga 1.500 bungkus makanan, bahkan mampu mencapai 2.000 porsi, yang didistribusikan dua kali sehari. Saat ini, tim dari Dinas Sosial bekerja secara mandiri memenuhi target tersebut.

Sinergi antara dukungan logistik dari legislatif dan eksekusi operasional oleh eksekutif diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak, sembari proses pemulihan pascabencana terus dilakukan.

Kategori :