Dalam Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Kamis (23/12/2021) meresmikan Poliklinik Desa (PKD) Paninggaran, Kecamatan Paninggaran. Untuk itu ia berharap Paninggaran bisa jadi percontohan dalam peningkatan pelayanan kesehatan tingkat desa.
Selain meresmikan PKD Paninggaran, Bupati Fadia Arafiq didampingi Suami, Mukhtaruddin Ashraff Abu dan Sekda Julian Akbar secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan alat untuk UMKM, Penyerahan bantuan alat bagi penyandang disabilitas dan santunan kematian.
Fasilitas ploklinik Desa Paninggaran, Kecamatan Paninggaran cukup lengkap.
Ruangannya representatif, lengkap dengan kursi tunggu dan toilet. Lokasinya pun tepat di pinggir jalan utama Paninggaran.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kepada sejumlah awak media sangat mengapresiasi dilakukan Kepala Desa/ Kecamatan Paninggaran. Karena melakukan terobosan dalam menggunakan Dana Desa untuk PKD.
"Peresmian Poliklinik Desa Paninggaran ini diharapkan bisa jadi percontohan bahwa DD juga bisa dibuat Poliklinik, sehingga bermanfaat untuk masyarakat. Saya terkagum kagum karena ini harus timbul dari hati sendiri bahwa apabila setiap desa, kepala bisa melakukan seperti ini InsyaAllah bisa meningkatkan pelayanan kesehatan. Sehingga permasalahan yang ada di desa itu bisa ditangani dengan cepat, " katanya.
Apalagi lanjut Fadia, tadi data Adminduk cukup diperhatikan, seperti anak putus sekolah diperhatikan.
"Mudah mudahan Poliklinik desa ini bisa dibuka setiap hari sehingga bisa sebagai contoh desa lain yang ada di Kabupaten Pekalongan, " harapnya.
Dikatakan, Total Poliklinik di Kabupaten Pekalongan sekitar 170 dan ia harapkan setiap hari buka sehingga benar-benar bisa melayani kesehatan warganya dengan baik.
Sementara dalam sambutan Bupati menyampaikan bahwa tahun 2022, bagi warga yang dirawat di rumah sakit tak perlu memikirkan soal biaya. Mereka akan dirawat secara gratis dengan persyaratan yang dimudahkan yakni tinggal menunjukkan KTP maupun kartu sehat. Bahkan bagi penjaga pasien yang dirawat di rumah sakit, akan mendapatkan biaya sebesar Rp 50 ribu, dengan catatan mereka berasal dari keluarga tidak mampu.
''Misalkan ada warga Paninggaran yang dirawat di rumah sakit milik Pemkab Pekalongan, dengan adanya bantuan uang tersebut bisa sedikit membantu meringankan beban,'' tegas dia.
Selain bidang kesehatan, Pemkab Pekalongan juga memperhatikan soal pendidikan anak usia sekolah. Bagi siswa yang sekolah di negeri, mulai dar Paud hingga SMP tidak dibebani segala bentuk biaya apapun. Khususnya dari keluarga tidak mampu, malahan putra putrinya yang sekolah bakal mendapatkan seragam gratis.
Demikian juga dengan infrastruktur desa, seperti jalan, pemerintah daerah di Kota Santri sangat peduli dan memperhatikan. Jika kondisinya benar-benar rusak maka Pemkab akan melakukan perbaikan supaya bisa dinikmati warganya. Sebab Fadia ingin dengan jalan yang mulus maka rezekinya bakal mulus.
Kepala Desa/ Kecamatan Paninggaran, Rusdiono menyampaikan berusaha memaksimal pemberdayakan keberadaan Poliklinik sesuai yang diinginkan Bupati Pekalongan.