Belum Ada Laporan KIPI

Rabu 12-01-2022,14:20 WIB

*Capaian Vaksinasi Anak 9,98%

KAJEN - Cakupan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Pekalongan hingga Selasa (11/1/2022) pagi baru 9,98%. Total sasarannya ada 92.633 anak. Vaksinasi anak dilauching Bupati Fadia Arafiq, Kamis (6/1/2022) lalu. Artinya, kemarin sudah hari keenam pelaksanaan vaksinasi anak di Kota Santri.

"Cakupan vaksinasi anak hingga saat ini 9,98 persen. Sekitar 10 persen," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, kemarin pagi.

Disinggung soal kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI), Wawan bersyukur hingga kemarin belum ada laporan terkait adanya KIPI untuk vaksinasi anak. "Sementara belum ada yang dilaporkan tentang hal itu (KIPI). Cuman yang rewel (nangis karena takut disuntik, red) juga banyak. Tapi ndak papa. Karena pesen dari ibu Bupati untuk dilaksanakan secara sabar," ujar dia.

Oleh karena itu, pihaknya dengan sepenuh hati melayani dengan sabar untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun tersebut. Petugas harus bisa memahami karakter anak-anak yang disuntik vaksin Covid-19. "Makanya terkadang skriningnya yang lama karena kehati-hatian kita," ungkapnya.

Dikatakan, saat petugas menggali riwayat anak waktu skrining, anak tidak akan mengerti jika ditanya oleh petugas. Oleh karena itu, anak harus didampingi orangtua, sehingga apa yang terjadi pada anak bisa diketahui. "Contoh punya riwayat epilepsi. Riwayat sakit apa, anak kan ndak ngerti. Kondisi anak terakhir seperti apa, anak kan ndak ngerti. Yang tahu kan orangtua. Simbah atau keluarga lainnya ndak papa mendampingi, asalkan mengerti riwayat anak itu," katanya.

Ditandaskan, tim vaksinator berkomitmen menjangkau seluruh lokasi sasaran vaksinasi. Meskipun itu berada di desa dengan medan ekstrem. "Tim kami berangkat ke sasaran sesuai dengan jadwal. Ada jadwalnya. Yang ke Simego ada. Yang Lebakbarang, dan daerah atas lainnya juga ada. Namun demikian kondisi saat ini kerap hujan, sehingga kita kejar dulu untuk daerah bawah. Atas juga sudah ada yang melaksanakan," ujar Wawan.

*Putri Bupati Sudah Divaksin

Putri bungsu Bupati Fadia Arafiq, Ahlam Fakhira Ashraff (6), juga sudah divaksin. Putri Bupati ini bersekolah di SD IT Insan Mulia di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen.

Fakhira Ashraff mengaku tidak merasakan sakit usai disuntik vaksin. "Nggak kerasa sakit saat disuntik vaksin," kata Fakhira Ashraff.

Sebelum divaksin, Fakhira mengaku sudah diberitahukan oleh ibunya bahwa suntik vaksin untuk mencegah dari penularan Covid-19..

"Dijanjikan sama mami mau dibelikan es krim dan cimory kalau disuntik vaksin," ucap putri bungsu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ini.

Ia juga mengajak kepada teman-teman SD untuk divaksin dan jangan takut. "Ayo semua teman-temanku divaksin juga ya, biar sehat dan tidak terkena Covid-19," ajak dia.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat launching mengatakan, vaksinasi anak ini merupakan bagian dari upaya maksimal dalam percepatan penanganan Covid-19 Fadia mengungkapkan, butuh kesabaran yang tinggi, terutama para tenaga kesehatan. Sebab, biasanya anak seusia itu, ketika melihat jarum suntik ketakutan, bahkan sampai menangis.

"Saya pesan kepada nakes, agar vaksinasi anak ini berjalan dengan lancar dan ekstra sabar. Yang penting, bisa mencapai target dan anak di Kabupaten Pekalongan sehat semua," ungkapnya.(had)

Tags :
Kategori :

Terkait