BINDA Jateng Dukung Percepatan Vaksinasi Daerah

Rabu 17-11-2021,13:07 WIB

Lakukan 'Door To Door' Wujudkan Herd Immunity

Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Jateng bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pekalongan, Dinkes Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/11/2021) menggelar vaksinasi massal pelajar, santri dan masyarakat umum. Kali ini vaksinasi dilakukan secara 'door to door' di Kecamatan Karanganyar.

Vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan BIN terhadap upaya pemerintah mewujudkan kekebalan komunal / herd immunity di akhir 2021. Sebanyak 8.000 dosis vaksin disiapkan oleh BINDA Jateng.

Untuk pelaksanaan vaksinasi di 8 titik lokasi di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Pekalongan. Pelaksanaan Vaksinasi Pelajar Santri dilaksanakan di Ponpes Al Hadromiyah, Kecamata Wiradesa, sementara door to door dilaksanakan di 5 titik di Kabupaten Banjarnegara, dan 2 titik di Kabupaten Pekalongan.

Di Banjarnegara meliputi, Desa Mandiraja, Desa Kertayasa, Desa Kebanaran seluruhnya di Kecamatan Mandiraja. Kemudian di Desa Balun, Desa Wanayasa, keduanya di Kecamatan Wanayasa. Sementara di Kabupaten Pekalongan, meliputi Desa Pekuncen, Wiradesa dan Desa Sidomukti dan Karangsari Kecamatan Karanganyar.

Pemilihan lokasi Kab Banjarnegara dan Kab Pekalongan kali ini karena capaian kedua wilayah tersebut masih dibawah capaian rata-rata Provinsi Jateng. Capaian Provinsi Jateng Per 15 November 2021, dosis 1 sudah mencapai 66,16persen, sementara Banjarnegara baru mencapai 48,82persen dan Kabupaten Pekalongan 53,18persen.

Hal ini menjadi pertimbangan BINDA Jateng memilih kedua lokasi tersebut, untuk pelaksanaan percepatan vaksinasi. Program BINDA Jateng akhir 2021 vaksinasi dengan target 11.500 dosis per minggu.

Kepala BINDA Jateng, Brigjen TNI Sondi Siswanto menyampaikan melalui vaksinasi door to door dapat membantu percepatan Kab/Kota mencapai target vaksin dosis pertama sebesar 70persen. Vaksinasi untuk pelajar dan Santri, menjadi fokus BINDA Jateng dalam rangka mendukung pemerintah, untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Siswa yang telah mendapatkan vaksinasi sudah dapat melaksanakan PTM dengan catatan level daerahnya tidak dalam level IV. Disamping itu dalam pelaksanaan PTM siswa pelajar santri diminta tetap menerapkan protocol Kesehatan yang ketat seperti memakai masker, mencuci tangan, pemeriksaan suhu badan secara berkala dan menjaga jarak, " terangnya.

Konsep door to door atau mendatangi rumah ke rumah, lanjut dia, adalah terobosan dari Kepala BIN Bapak Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Budi Gunawan dalam upaya memudahkan masyarakat mengakses vaksin. Disamping itu sistem door to door juga terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat mengikuti vaksinasi. Masifnya pelaksanaan vaksinasi disentra vaksinasi di perkotaan, menyebabkan peserta vaksin sudah mulai menurun.

"Pola jemput bola seperti ini, hingga tingkat desa, RW bahkan RT atau konsep door to door / dinilai efektif untuk menyisir peserta vaksin utamanya lansia dan masyarakat umum yang belum tervaksin.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk menghadapi pandemi covid-19, disamping tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pembatasan aktivitas juga perlu dilakukan terlebih menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022," lanjutnya.

Untuk itu BINDA Jateng menghimbau masyarakat untuk menahan diri, tidak melakukan aktivitas diluar rumah dan menimbulkan kerumunan, meskipun masyarakat dan pelajar telah divaksin. Hal ini karena pandemi belum berakhir dan potensi gelombang ke III juga masih mengintai dan pengalaman sebelumnya bahwa ledakan kasus covid-19 terjadi pasca perayaan idul fitri.

"Kami harapkan dengan adanya vaksinasi ini kegiatan belajar siswa dan aktivitas masyarakat di Banjarnegara dan Kabupaten Pekalongan dapat kembali normal seperti sediakala, " imbuhnya.

Kaposda BIN Kab Pekalongan, Bambang Purwadi menambahkan melalui vaksinasi door to door target lebih jelas karena Lansia pastinya tidak bisa mendatangi tempat vaksinasi. Oleh karena itu dari BINDA Jateng memilih terobosan supaya target vaksinasi lebih cepat.

Tags :
Kategori :

Terkait