*Prokes Dipatuhi, Vaksinasi Digenjot
KAJEN - Varian Omicron sudah masuk ke Indonesia. Itu sesuatu yang tak bisa dihindari. Bahkan sudah terjadi transmisi lokal varian ini. Masyarakat diimbau tidak panik. Patuhi protokol kesehatan dengan baik, sebagai upaya mencegah penyebaran varian Omicron. Selain itu, vaksinasi akan digenjot. Utamanya untuk sasaran lansia dan anak-anak.
"Varian Omicron ini sudah ada di 150 negara, termasuk sudah ada di Indonesia. Ini sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Omicron sudah ada di wilayah Indonesia. Transmisi lokal juga sudah terjadi. Datanya juga sudah ada secara nasional," ungkap Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, dihubungi, Rabu (12/1/2022).
Sekda bersama kepala OPD terkait dan unsur Forkompinda pada Selasa (11/1/2022) malam mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Menghadapi Omicron secara vidcon di Ruang Rapat Bupati. Rakor secara virtual tersebut dipimpin oleh Menko Manivest RI Luhut Binsar Pandjaitan.
Disampaikan Akbar, masyarakat tidak perlu panik dengan varian ini tapi tetap waspada. Yakni dengan patuh terhadap protokol kesehatan yang ketat. Gunakan masker dan jaga jarak. Yang lebih penting lagi pemerintah daerah akan mempercepat vaksinasi. Utamanya untuk lansia dan anak-anak.
"Lansia sendiri kita sudah di angka 65,8 persen untuk dosis 1, dan dosis 2 di 38,8 persen. Sehingga kami akan memfokuskan di vaksin lansia yang dosis 2 untuk mencapai target 50 persen. Kita kurang sekitar 12 persen. Saya sudah minta Dinas Kesehatan untuk mengkoordinasikan dengan kawan-kawan faskes untuk mengejar vaksin lansia," katanya.
Untuk sasaran lansia, lanjut Sekda, databasenya sudah ada. Ia meminta naskes dengan database ini untuk segera jemput bola, sehingga target dalam dua minggu ini bisa di angka 50 persen.
Kedua adalah fokus di capaian vaksinasi anak-anak. "Kita di capaian 13,6 persen per tanggal 11 Januari. Dengan total capaian mencapai 12.595 anak. Capaian ini tentu saja akan kita evaluasi setiap harinya," tandasnya.
Vaksinasi anak ditargetkan dua pekan selesai 100 persen. Pihaknya akan bekerja keras untuk mencapai target itu. Apalagi dengan dukungan anak-anak dan orangtua, diharapkan kian mendukung target capaian tersebut.
Disinggung apakah jika vaksinasi anak selesai maka akan PTM penuh, Akbar mengiyakannya. Dikatakan, PTM sudah diatur melalui SKB 4 menteri. Poin pentingnya disamping level adalah vaksin.
"Vaksin lansia dosis 2 harus 50 persen, makanya ikhtiar kami disamping antisipasi Omicron, vaksinasi juga untuk percepat pelaksanaan PTM secara penuh," kata dia.
Jika vaksinasi anak ini sudah selesai, ia akan minta Dinas Pendidikan untuk memenuhi target-target di SKB itu, sehingga PTM bisa dilakukan secara penuh di tahun ini. (had)