Sejumlah petani Kopi Kabupaten Pekalongan diberikan edukasi peningkatan produktivitas dan kualitas. Kegiatan digelar di area perkebunan kopi milik warga Desa Winduaji Kecamatan Paninggaran, Senin (03/01/2022).
Selain petani kopi di Kota Santri, kegiatan juga diikuti oleh sejumlah pecinta dan pegiat kopi. itu karena produktivitas kopi asal Kabupaten Pekalongan belum bisa memenuhi pasaran lokal.
Pantauan, petani kopi dan pegiat kopi yang tergabung dalam Cluster Kopi Kabupaten Pekalongan diberikan edukasi cara sambung pucuk atau sambung pohon. Selain itu juga diisi dengan syaring mengenai pertanian kopi di Kota Santri dari produktivitas, kualitas, hingga pemasaran kopi. Para petani juga langsung praktek cara sambung pucuk yang baik sehingga tumbuh bibit kopi dengan varietas unggul kas Kabupaten Pekalongan.
Ketua Cluster Kopi Kabupaten Pekalongan Murti menyampaikan, sebagai bentuk peningkatan produktivitas dan kualitas kopi, petani dan pegiat kopi secara bergantian menggelar pertemuan. Adapun pertemuan diisi dengan sharing dan edukasi bagi para petani.
"Kita berikan edukasi kepada petani supaya produktivitas benar benar meningkat dan kualitas semakin baik sehingga mampu bersaing dengan daerah lain, " katanya.
Diakui, sebab selama ini banyak petani kopi yang masih awam akan kualitas kopi. Sehingga dijual dengan harga yang rendah, padahal apabila dijual ke daerah lain harga bisa naik.
"Karena selama ini banyak tengkulak dari daerah lain membeli kopi di wilayah Kabupaten Pekalongan, kemudian setelah di daerah lain kopi ini dijual dengan harga tinggi, "ungkapnya.
Oleh karena itu melalui edukasi tersebut bisa mmberikan pemahaman bahwa kopi Kabupaten Pekalongan mampu bersaing dan tidak dijual dengan harga murah.
Senada diungkapkan Wakil Ketua Cluster Kopi Kabupaten Pekalongan, Wanuri. Kata dia, dari data setiap panen untuk wilayah Paninggaran mampu menghasilkan ratusan ton. Sebab dari Desa Bedagung saja sudah mencapai 50 ton sekali panen.
"Selain edukasi cara perawatan, sambung pucuk dan cara pangkas pohon kopi kita juga bersama sema menyamakan persepsi, menyatukan visi misi sehingga kualitas, produktivitas dan harga kopi semakin baik. Dengan begitu muaranya untuk kesejahteraan petani kopi, " katanya.
Ia berharap dengan peningkatan kapasitas dan kualitas juga ke depan bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. "Harapan petani supaya pemerintah membantu bibit kopi yang unggul supaya produksi kopi petani meningkat, kemudian juga dibantu dalam pemasaran, " imbuhnya. (Yon)