“Saya minta operasi pasar beras bisa dilakukan minimal sekali dalam sebulan. Karena diperkirakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan 1444 Hijriah akan naik, sehingga laju inflasi bulan ke depan belum aman,” katanya.
Dikatakannya, berdasarkan data Proxy Inflasi Kabupaten Batang pada Februari 2023 sebesar 0,83 persen lebih rendah daripada Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 1 persen.
Pencapaian hasil ini, kata dia, sudah lumayan baik dan harus bisa dijaga dan dipertahankan apalagi menjelang Ramadhan 1444 Hijriah dan Lebaran 2023.
"Kami menilai kegiatan operasi pasar beras murah yang sudah dilakukan belum lama ini sudah cukup baik. Namun, apabila pelaksanaan operasi pasar hanya dilakukan dua kali saja maka akan kurang efektif, karena harga bahan pokok bisa tinggi setiap saat," katanya.
Lani Dwi Rejeki minta tim pengendali inflasi daerah harus sering turun ke masyarakat untuk memantau langsung kemungkinan terjadi pergolakan harga kebutuhan pokok.
Selain itu, pemkab juga mengajak masyarakat menanam tanaman cepat panen di pekarangan rumah agar bisa ikut membantu dalam mengendalikan inflasi.
"Kami berharap tim pengendali inflasi daerah serius melakukan kinerja penanganan inflasi. Demikian pula, jangan lupa melaporkan hasilnya pada pemerintah pusat," katanya. (fel)