Dia juga menyoroti proses penyajian data dalam rapat pleno yang dinilainya tidak terlihat. Data yang ditampilkan dalam layar menurut Sugiharto terlalu kecil. "Kemudian pembacaann data oleh komisioner KPU juga terlaly cepat. Padahal ini adalah informasi yang harus diakses publik," ujarnya.
Setelah melalui penjelasan baik dari KPU maupun PPK terkait selisih data, akhirnya berdasarkan persetujuan peserta yang hadir DPS Kota Pekalongan untuk Pemilu 2024 ditetapkan sebanyak 232.063 pemilih.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatangan zona integritas dan kawasan bebas korupsi oleh KPU Kota Pekalongan. Penandatangan disaksikan langsung Pj Sekda Kota Pekalongan, Anita Herukusumorini.(nul)