Dengan memiliki jam makan yang teratur bisa mengontrol kita untuk tidak mengikuti nafsu makan yang muncul di luar jam makan.
4. Batasi Mengkonsumsi Karbohidrat dan Gula
Daripada melakukan defisit kalori yang berlebihan, kamu bisa mengganti atau mengurangi asupan karbohidrat sederhana sehari-hari dengan kandungan serat, atau karbohidrat kompleks.
Sebagai contoh, kamu bisa mengganti konsumsi nasi putih dengan nasi merah atau sayuran yang tinggi serat untuk tetap memberi efek kenyang yang lebih lama pada perut.
Kurangi juga konsumsi gula secara berlebihan. Apalagi pemanis buatan yang sering kita temui pada minuman kemasan, permen, keripik kemasan dan semacamnya.
Kandungan karbohidrat dan gula yang berlebihan akan lebih cepat menimbulkan masalah obesitas dan juga memicu terkena diabetes.
5. Variasikan Menu Makanan Sehat
Agar tidak mudah bosan dalam program diet ketat kamu bisa mengatasinya dengan cara memperbanyak variasi makanan sehat yang dikonsumsi. Diet ketat bukan berarti harus monoton hanya mengkonsumsi buah atausayuran untuk menjalankan defisit kalori.
Namun kamu bisa lebih kreatif dengan memilih dan memvarisikan menu makanan dengan kandungan gizi seimbang. Gunakan berbagai sumber makanan bergizi dan masak dengan cara pengolahan yang tepat untuk mendapat menu makanan yang bervariasi tapi juga tetap rendah kalori dan sehat.
Itu tadi beberapa aturan diet ketat yang seringkali terlewat. Dan pada akhirnya justru dapat memicu kegagalan dalam program diet yang sedang dilakukan.
Kemudian yang paling penting ketika melakukan diet adalah nikmati setiap prosesnya. Meskipun sedang melakukan diet ketat jangan terlalu stres dan terfosir dengan hasil. Tetap lakukan hal lain yang menyenangkan dan menjaga suasana hati seperti melakukan hobi dan berolahraga.
Karena dengan menghindari stres dan memiliki suasana hati yang bagus akan membantu melancarkan metabolisme saat diet, sehingga lebih maksimal dalam proses penurunan berat badan.(*)