Libur Nataru, 450 Pemudik Masuki Kota Santri

Selasa 28-12-2021,12:20 WIB

KAJEN - Ratusan pemudik telah masuki Kota Santri selama libur Natal 2021. Diperkirakan masih akan ada pemudik yang pulang kampung hingga libur tahun baru 2022 nanti.

Kabag Ops Polres Pekalongan, Kompol Agus Sulis, Senin (27/12/2021), mengatakan, hingga tanggal 25 Desember 2021 tercatat sudah ada 450 pendatang atau pemudik yang masuk Kabupaten Pekalongan. Kecamatan Kajen menjadi tujuan kedatangan tertinggi, yakni ada 103 orang (22,9%). Disusul Kecamatan Siwalan ada 78 pemudik (17,3%), Wiradesa ada 68 pemudik (15,1%), dan Kecamatan Kandangserang ada 32 pemudik (7,1%). Pantauan pemudik itu dilakukan mulai tanggal 19 Desember 2021.

Dari data di Polres Pekalongan, pada tanggal 19 Desember baru ada 10 pemudik. Tanggal 20 Desember ada 46 pemudik, tanggal 21 Desember ada 32 orang, dan tanggal 22 Desember ada 52 pemudik.

Tanggal 23 Desember ada 53 pemudik. Sebanyak 32 pemudik masuk Kota Santri di tanggal 24 Desember. Pemudik masuk Kabupaten Pekalongan meningkat tajam pada tanggal 25 Desember, yakni ada 225 pemudik/pendatang. Ada lima kecamatan yang belum kemasukan pemudik. Yakni di Kecamatan Petungkriyono, Doro, Sragi, Bojong, dan Kecamatan Wonokerto.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria dalam wawancara sebelumnya mengatakan, kendaraan dan rumah pemudik atau pendatang akan ditandai dengan stiker. Pihaknya menyiapkan lebih dari tiga ribu lembar stiker untuk keperluan itu.

"Kami sudah mulai menempel sejak Jumat pekan lalu. Sudah ada beberapa rumah dan kendaraan yang kami tempel," katanya.

Stiker untuk kendaraan dan rumah pemudik berbeda. Stiker rumah terdapat kolom untuk mengisi data. Di antaranya status vaksinasi si pemudik, tanggal kedatangan, serta rencana kapan kembali ke perantauan. Untuk stiker kendaraan hanya berupa gambar dan tulisan yang menerangkan bahwa si pemilik adalah pemudik.

"Semua ini untuk memudahkan kami memetakan dan kontrol pemudik yang datang ke wilayah Kabupaten Pekalongan. Kaitannya dengan antisipasi penyebaran Covid-19," jelasnya.

Pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19 pihaknya larang melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini sudah pihaknya koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.

"Pemkab sudah menyiapkan isolasi terpusat di Puskesmas Kesesi. Jadi tidak boleh di rumah. Ini juga biar kontrolnya lebih mudah dan pasti," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kota Santri zona hijau. Tidak ada penambahan kasus baru Covid-19. Ancaman libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 menghadang di depan mata. Banyak pemudik diperkirakan akan pulang kampung. Apalagi pemerintah tak melarang mudik pada libur Nataru tahun ini.

Sebagai langkah antisipatif penyebaran virus corona, pemudik akan dipantau. Salah satu caranya, Polres Pekalongan akan menandai kendaraan yang masuk ke Pekalongan dengan ditempeli stiker. Rumah pemudik atau rumah sanak saudara yang didatangi, juga akan diberi stiker. Itu untuk mengetahui kapan pemudik itu datang, sudah swab belum, sudah vaksin belum, dan kapan pulangnya. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait