KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Jembatan bailey pada pekan ini ditargetkan sudah terpasang di atas Jembatan Tembelan atau Jembatan Jimat II di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
Sehingga sebelum Lebaran 2025, akses utama ke Kecamatan Petungkriyono dari arah Doro yang putus total akibat putusnya Jembatan Tembelan akan bisa terbuka kembali.
"Insya Allah minggu ini terpasang (jembatan bailey di Tembelan, red)," kata Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan, Mudiharso, dikonfirmasi, Senin, 3 Maret 2025.
Menurutnya, kontruksi jembatan bailey saat ini tengah dirakit di atas jembatan eksisting. Jika tak ada kendala, pada minggu ini perakitan jembatan bailey akan selesai.
Sementara itu, akses ke enam pedukuhan di Kecamatan Petungkriyono yang terisolir akibat bencana tanah longsor juga sudah terbuka. Menurutnya, akses jalan sudah terbuka dari arah Dranan hingga Karanggondang.
"Ini masih mengerjakan Sawangan Ronggo dan arah Wanadadi," terang dia.
Untuk saat ini akses masyarakat menuju ke Kecamatan Petungkriyono dari arah Doro terbantu dengan adanya sling gantung.
Sempat dihentikan karena viral adanya dugaan pungli jasa sling gantung, relawan akhirnya kembali mengoperasikan sling gantung tersebut untuk meringankan beban warga yang akan atau kembali ke Petungkriyono.
"Sekarang bayar seikhlasnya. Dengan sling ini kami sangat terbantukan. Motor bisa dikirim ke seberang jembatan yang putus, sehingga akses kami ke Petung jadi lebih mudah," tutur Enda, salah satu guru di SMAN Petungkriyono.
Ia berharap, pembangunan jembatan bailey bisa segera selesai, agar akses warga bisa lebih mudah lagi.
"Kalau jembatan bailey belum selesai, kami tetap harus menyeberang sungai dengan menggunakan jembatan darurat dari bambu. Motor dikirim lewat sling, kami jalan kaki menyusuri sungai," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, akses ke Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, terputus total dengan putusnya Jembatan Tembelan atau Jembatan Jimat II di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, akibat bencana alam pada Senin malam, 20 Januari 2025.
Akibat putusnya jembatan itu, akses dari pusat ibukota kabupaten di Kajen dengan hampir sebagian besar desa di Kecamatan Petungkruyono terputus total. Untuk menuju kecamatan ini, harus memutar melalui jalur Banjarnegara.
Kades Kayupuring, Cahyono, mengatakan, akibat Jembatan Tembelan putus, akses ke pusat Kecamatan Petungkriyono dari arah bawah atau arah Doro dan Talun terputus total.