Jadi Wadah Nguri-nguri Budaya, Pentas Seni Batang Nusantara Expo 2025 Banjir Antusias Sekolah
TAMPILKAN - Perwakilan sekolah di Batang saat unjuk penampilan budaya dalam gelaran Batang Nusantara Expo 2025.-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-
BATANG, RADARPEKALONGAN.DISWAY.ID – Sebanyak sembilan sekolah dasar (SD) menampilkan berbagai kesenian tradisional dalam Gelar Budaya SD yang digelar pada ajang Batang Nusantara Expo 2025. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi seni bagi siswa sekaligus upaya pelestarian budaya lokal sejak usia dini.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Batang, Endah didampingi Sub Koordinator Kurikulum SD, Sali mengatakan sembilan SD yang tampil merupakan sekolah-sekolah terpilih dari program keunggulan lokal berbasis budaya. Dan juga juara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dari Batang.
“Ada sembilan sekolah yang tampil. Ini khusus gelar budaya. Jenis penampilannya beragam, ada tari, solo song, geguritan, macapat, nanti ditutup dengan rebana dan lainnya,” ujarnya.
BACA JUGA:Waspada Penyakit Anak Saat Liburan, Dokter Anak RSUD Batang Imbau Orang Tua Jaga Kebersihan
BACA JUGA:Pemkab Pekalongan Dapat Kucuran Alsintan dari Pusat, Produktivitas Petani Ditargetkan Naik
Menurut Endah, sebelumnya terdapat 10 SD yang masuk dalam program keunggulan lokal. Namun tidak seluruhnya ditampilkan di expo karena keterbatasan waktu. Sekolah yang tampil merupakan hasil seleksi dan dikombinasikan dengan penampil dari ajang prestasi tingkat provinsi.
“Kami pilih yang terbaik. Tampilan hari ini merupakan gabungan dari anak-anak sekolah keunggulan lokal budaya dan anak-anak juara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI),” jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa penampil seperti gelijen dan macapat merupakan juara tingkat provinsi, sementara geguritan juga berasal dari peserta FTBI berprestasi.
Dijelaskannya, gelar budaya di Batang Nusantara Expo menjadi sarana penting bagi siswa untuk mengekspresikan hasil pembelajaran seni dan budaya di sekolah.
“Ini adalah fasilitas bagi anak-anak untuk bisa tampil dan mengekspresikan diri, baik melalui guritan, macapat, maupun seni tari,” katanya.
Endah mengungkapkan, antusiasme sekolah dan orang tua murid sangat tinggi. Bahkan, ada sekolah yang sebenarnya ingin tampil, namun terpaksa dibatalkan karena keterbatasan durasi waktu.
“Partisipasinya bagus sekali. Ada sekolah yang sebenarnya ingin tampil, tapi kami harus menghentikan karena waktu hanya dua jam,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak event publik seperti Batang Nusantara Expo yang dapat menjadi wadah ekspresi seni dan budaya anak-anak, khususnya di tingkat sekolah dasar.
“Harapan kami, event-event seperti ini terus ada, supaya anak-anak yang punya potensi seni bisa difasilitasi untuk tampil dan berkembang,” pungkas Endah. (Nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
