KEK Industropolis Batang Perkuat Peran Pariwisata melalui Industropolis Festival
Direktur KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan saat membuka acara Industropolis Festival.-Istimewa -
BATANG — Sebagai bagian dari perayaan lima tahun beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, pengelola menyelenggarakan festival budaya bertajuk Industropolis festival, Jumat (6/2/2026).
Acara yang terbuka untuk umum secara gratis ini berhasil menyedat perhatian ribuan warga yang tidak hanya dari Kabupaten Batang saja, namun juga dari beberapa daerah tetangga.
Industropolis Batang yang dikelola Holding BUMN Danareksa, tidak hanya memposisikan diri sebagai pusat industri.
Melalui festival ini, pengelola ingin mengukuhkan kawasan tersebut sebagai destinasi baru yang mengintegrasikan industri, budaya, dan kehidupan masyarakat.
BACA JUGA:KEK Industropolis Batang Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir
BACA JUGA:Akses Menuju KEK Batang Diperlancar, Perbaikan Jalan 4,5 Km Rampung Dikerjakan
Direktur KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menyebut acara ini sebagai konser publik perdana di kawasan tersebut.
"Ini adalah momen penting dalam perjalanan lima tahun kami. Kami ingin KEK ini tidak hanya jadi simbol pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ruang publik yang hidup dan tujuan pariwisata yang memberdayakan," jelas Ngurah di sela acara.
Lebih dari 10.000 pengunjung dari Kabupaten Batang dan daerah sekitarnya memadati lokasi festival. Acara ini menjadi jembatan interaksi langsung antara dunia industri dengan komunitas lokal, sekaligus memperkenalkan wajah pariwisata KEK yang inklusif.
Panggung budaya diisi oleh beragam seniman dan kelompok kesenian lokal Batang. Pertunjukan seperti KBBS (Marching Pring), Bolodewa, tarian dari Sanggar Prastikasmara, hingga penampilan grup musik Guyon Waton sebagai pengisi puncak, berhasil memeriahkan suasana.
Tidak hanya soal hiburan, festival juga memiliki dimensi ekonomi dan sosial. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari desa-desa penyangga dilibatkan sebagai tenant. Secara khusus, 10 persen dari setiap transaksi di tenant UMKM disalurkan sebagai bantuan untuk korban bencana di Aceh.
Gelaran festival ini mempertegas komitmen pengelola dalam membangun kawasan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki dinamika sosial-budaya.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah mengembangkan KEK yang berdaya saing dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
