Wacana Biaya Haji 2023 Kemenag Terus Menuai Protes
UMRAH - Sejumlah warga Indonesia saat melaksanakan ibadah umrah di tanah suci, belum lama ini bersama KBIHU. -fel-
BATANG - Wacana kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) oleh Kementerian Agama RI pada 1444 H/2023 M ini terus mendapatkan protes dari Calon Jamaah Haji dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Ketua KBIHU Aisyiyah Batang, Hj Kaifiyah menyampaikan rasa prihatinnya atas kenaikan BPIH yang hingga mencapai Rp69 juta itu. “Banyak calon haji yang terkejut dan sedih karena kenaikannya terlalu drastis,” kata Kaifiyah saat ditemui, Selasa (14/2/2023).
Ia mengatakan, jika wacana kenaikan itu benar diberlakukan, maka akan sangat membebani para calon jamaah haji. Sebab mulai dari dana yang minim hingga persiapan waktu yang terlalu mepet untuk mengumpulkan biaya tambahan.
"Banyak calon haji yang mengharapkan agar para anggota dewan dapat mempertimbangkan kembali tentang wacana tersebut. Dan semoga beliau yang duduk di Senayan itu lebih memihak pada rakyat,” harapnya.
Menengok pelunasan biaya pada tahun-tahun sebelumnya, calon haji cukup menyiapkan dana antara Rp10 juta - Rp15 juta. Namun wacana pelunasan biaya haji hingga lebih dari Rp40 juta, dirasa memberatkan jamaah.
Kaifiyah menegaskan, KBIHU hanya bertugas memberikan bimbingan manasik. “Sebagian calon haji ada yang tetap bersemangat mengikuti agenda manasik dan lainnya, tapi ada pula yang merasa bimbang, akhirnya tidak ikut bimbingan,” ujar dia.
Jamaah yang terdaftar program bimbingan yang termuda berusia 33 tahun dan paling tua 70 tahun. “Kalau pun memang naik, ya jangan terlalu tinggi, mungkin Rp20 juta masih bisa terjangkau. Sebab calon haji kami mayoritas pedagang, tiap rupiah yang didapat mereka tabung, supaya bisa beribadah ke Tanah Suci,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
