Harga Tiga Komoditas di Batang Merangkak Naik
Subiyanto, Kepala Disperindagkop Batang-Dhia Thufail-
BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan sejumlah harga bahan pangan di pasaran sekarang ini mengalami tren kenaikan. Namun demikian, pasokan barang dinilai masih aman.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang, Subiyanto, mengatakan bahwa harga kebutuhan pangan masih stabil jika pun ada kenaikan masih dalam batas wajar.
"Ketersediaan bahan pangan di pasaran relatif melimpah karena pasokan komoditas lancar. Jika pun ada kenaikan hanya pada harga daging ayam kampung, telur, dan daging sapi," ungkap Subiyanto, kemarin.
Ia menyebutkan, kenaikan harga terjadi pada harga daging ayam kampung yang kini mencapai Rp72.500 per kilogram naik 17 persen dibanding sebelumnya Rp60 ribu per kilogram.
Kemudian, harga telur yang sebelumnya Rp29.500 per kilogram naik menjadi Rp31.000 per kilogram, serta harga daging sapi Rp130 ribu per kilogram naik dari sebelumnya Rp125 ribu per kilogram.
Adapun, kata Subiyanto, beberapa komoditas yang masih stabil antara lain beras medium yang masih bertahan Rp12 ribu per kilogram, gula pasir Rp13 ribu per kilogram, dan tepung terigu Rp10 ribu per kilogram.
"Saat ini, kami pastikan harga kebutuhan pangan masih stabil dan diharapkan masih tetap stabil hingga perayaan Idul Adha 2023 nanti," ujarnya.
Menurut Subiyanto, kenaikan harga kebutuhan pokok ini terjadi karena meningkatnya permintaan bahan pangan masyarakat yang dipicu banyaknya kegiatan hajatan dan kebutuhan lainnya.
Subiyanto memperkirakan harga kebutuhan pangan ini akan terus naik menjelang perayaan Idul Adha 2023, meski kenaikannya masih dalam batas wajar.
Oleh karenanya, untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pangan itu pihaknya bersama instansi terkait segera melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional dan melakukan pertemuan dengan para peternak maupun petani.
"Memang ketersediaan bahan pangan masih tercukupi, karena pasokan masih bisa didatangkan dari peternak lokal seperti Tersono, Bawang, dan Bandar. Akan tetapi karena permintaan masyarakat terus meningkat, maka terjadi kenaikan harga bahan pangan," tandasnya. (fel)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
