Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

4 Desa di Kecamatan Bandar Dinyatakan Bebas Buang Air Besar

4 Desa di Kecamatan Bandar Dinyatakan Bebas Buang Air Besar

BATANG - Empat desa di Kecamatan Bandar dinyatakan telah bebas dari kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Keberhasilan tersebut diharapkan bisa diikuti desa lainnya, dan bisa mempercepat penanganan stunting

Pj. Bupati Batang Lani Dwi Rejeki monitoring penanganan stunting langsung Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang salah satu desa dari empat yang telah bebas dari kebiasaan Buang Air Besar atau Open Defecation Free (ODF).

Penjabat Bupati (Pj ) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki menjelaskan, tuntasnya ODF ini menjadi upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Batang. Selain itu juga bersamaan adanya bantuan makanan tambahan pemulihan ibu hamil dan balita.

"Kepedulian Pemerintah Kabupaten Batang untuk penanganan stunting sesuai instruksi Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo salah satunya tuntasnya ODF," ujar Lani Dwi Rejeki disela-sela pemantauan penanganan stunting di Desa Pesalakan Kecamatan Bandar, Rabu (31/8/2022).

Empat desa di Kecamatan Bandar yang tuntas dari ODF yakni Desa Wonomerto, Wonodadi, Binangun, dan Pesalakan. Sehingga saat ini masih ada 13 desa yang harus diupayakan tuntas dari ODF lagi.

"Kecamatan Bandar sendiri balita yang terkena stunting ada 613 balita dengan jumlah balita sebanyak 5.610 balita. Meskipun yang terkena stunting lumayan sedikit angkanya di Kecamatan Bandar, tetapi upaya penanganan terus diupayakan. Salah satunya dengan adanya bantuan pihak ketiga, berupa CSR," jelas Lani.

Program CSR dalam penanganan stunting sendiri berasal dari PT Bhimasena Power Indonesia, Bank Jateng, dan BPR Bapera Batang. Perusahaan tersebut telah memberikan bantuan berupa pendukung makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita.

"Kedepan tinggal ada inovasi penanganan stunting pada tingkat desa yang dilakukan seperti kempanye peduli stunting, pelaksanaan kegiatan kelas ibu hamil, dan desa binaan ASI ekslusif," tandas Lani Dwi Rejeki. (don)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: