Waspada Investasi Berkedok Robot Trading!
Ribuan warga Pekalongan dan sekitarnya dikuatirkan telah terjebak aksi penipuan berkedok investasi robot trading. Padahal, dana yang telah mereka setor bernilai tidak kurang dari Rp 1 triliun. Bagaimana nasib mereka selanjutnya?
Laporan Ahmad Junaedi, Kabupaten Pekalongan.
Seorang pria warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengaku sedang resah.
Pasalnya, bisnis investasi robot trading yang ia ikuti, tiba-tiba off alias mandek selama tiga bulan kedepan.
Padahal, ia sudah terlanjur mengajak sejumlah anggota keluarganya untuk bergabung menjadi downline-nya.
"Semua menanyakan kelanjutan investasi ini. Sudah saya jelaskan, tapi bagaimana seterusnya nanti, saya juga tidak tahu", ujar pria yang enggan ditulis namanya ini.
Namun ia mengaku masih "beruntung", karena hanya mengajak anggota keluarga.
"Up-line (atasan) saya, terus-menerus ditagih orang banyak. Dia mengajak jauh lebih banyak orang dibanding saya. Sampai stress dia dikejar-kejar banyak orang yang jadi downline-nya", ungkapnya.
Ia menyebut, jumlah warga Pekalongan dan sekitarnya yang sudah bergabung dalam investasi robot trading ini tidak kurang dari 10 ribu orang.
Mulai dari buruh, perangkat desa, serta ASN (aparatur sipil negara).
Bahkan, seorang pegawai di sebuah kantor kecamatan, sampai mencairkan dana sebesar Rp 250 juta untuk diikutkan dalam investasi robot trading.
"Sebagian dia pakai beli mobil. Dia ikut investasi ini, harapannya supaya dapat penghasilan tambahan. Untuk bayar angsuran bank, dan cicilan mobil tiap bulan", ungkap wanita itu.
Ia mengakui, jargon "Kerjanya HP-an, Untungnya Miliaran, Santai ngopi-ngopi dapat cuan" telah membuat banyak warga terbius untuk berinvestasi dalam robot trading.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti dalam siaran persnya baru-baru ini menyampaikan, kasus penipuan yang mengatasnamakan investasi robot trading, memang semakin marak terjadi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
