iklan banner Honda atas

Kecamatan Lebakbarang Terisolir

Kecamatan Lebakbarang Terisolir

**Pohon Hutan Tumbang di 13 Titik, Longsor 1 Titik
**Listrik Padam, Sinyal Hilang

LEBAKBARANG - Hutan Lebakbarang 'ngamuk'. Akses utama menuju ke Kecamatan Lebakbarang melalui jalur Karanganyar - Lebakbarang, sempat terisolasi selama dua hari. Yakni sejak Jumat (22/10/2021) siang hingga Sabtu (23/10/2021) siang. Pohon bertumbangan di 13 titik dan satu titik longsor di sepanjang jalur pegunungan itu.

Akses jalan ke 11 desa di wilayah atas tersebut sudah bisa dilalui kendaraan sejak Sabtu (23/10/2021) siang. Namun hingga Minggu (24/10/2021) kemarin, listrik di wilayah atas itu masih padam. Jaringan sinyal pun hilang.

Sekretaris Desa Bantarkulon, Edi Bambang Raimpron, kemarin, menerangkan, pada hari Jumat, sekitar pukul 14.00 WIB, ada angin sangat kencang hanya dalam beberapa menit.

"Anginnya ndak nyampe setengah jam. Di area jalur Karanganyar - Lebakbarang itu saja. Untuk pemukiman Alhamdulillah aman," kata dia.

Pohon-pohon hutan bertumbangan menutup akses jalan. Kabel jaringan listrik pun tertimpa pohon tumbang.

"Akses bisa dibuka Sabtu siang. Kerja bakti membersihkan pohon-pohon yang tumbang mulai Jumat sore hingga Sabtu siang. Yang berat-berat menggunakan eksavator," terang dia.

Pohon yang tumbang sangat banyak. Ada belasan titik pohon tumbang. Di tiap titiknya pohon yang tumbang lebih dari satu. Bahkan ada satu titik, pohon tumbangnya sampai lima.

"Ukuran pohonnya banyak yang besar karena di sini memang melintasi jalur hutan. Untuk titik longsor di di Desa Mendolo. Dari belasan titik itu ya sekitar 3 km, dari atas Lolong hingga ke selatan," tutur dia.

Diakuinya, setiap memasuki musim hujan, warga yang melintasi jalur Karanganyar - Lebakbarang merasa khawatir. Karena jalur yang menembus area hutan itu rawan pohon tumbang dan longsor.

"Jika di sini hujan deras dan ada keluarganya di bawah, keluarganya yang di rumah sudah mengingatkan jika di atas hujan deras. Diminta nunggu hujan reda. Kita biasa saling mengingatkan," ungkap dia.

Jalur yang tertutup pohon tumbang itu memang akses utama menuju ke Lebakbarang. Ada jalur alternatif melalui Lolong - Mendolo - Kutorembet - Lebakbarang. Namun jalan alternatif ini relatif sempit, sehingga lebih nyaman hanya dilalui kendaraan roda dua.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo mengatakan, proses pembersihan pohon tumbang di jalur Karanganyar - Lebakbarang cukup berat. Pasalnya, pohon tumbang ada 13 titik, ditambah satu titik longsor. Selama dua hari, ada 150 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Perhutani, PMI, PLN, dan relawan bersama warga kerja bakti membersihkan pohon tumbang dan material longsor. Alat berat milik DPU diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan pohon dan longsor.

"Kami membutuhkan waktu agak lama karena lokasinya banyak, yaitu ada 13 titik, dan pohonnya besar-besar. Jadi membutuhkan peralatan banyak dan alat berat juga. Ada 150-an personel yang turun untuk proses pembersihan itu," terang Budi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: