Data Lapangan Makin Valid, BPBD Batang Siapkan Tenaga Ahli Pengkaji Kebutuhan Pasca Bencana

BPBD Batang siapkan tenaga ahli untuk pengkaji kebutuhan pasca bencana, meningkatkan validitas data guna penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan cepat.-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-
BATANG, RADAR PEKALONGAN - Penanganan bencana membutuhkan data valid agar bantuan disalurkan tepat sasaran. Oleh karenanya, Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten BATANG menyiapkan tenaga ahli Pengkaji Kebutuhan Pasca bencana (Jitupasna).
BPBD Batang sebelumnya juga telat melatih sekitar 150 orang dari 15 kecamatan di Batang. Pelatihan ini melibatkan Kasi Trantib kecamatan serta perangkat desa dan kelurahan. Mereka dibekali metode survei dan standar penilaian kerusakan yang selama ini hanya dikuasai oleh DPUPR.
BACA JUGA:Kekeringan Kian Meluas di Kabupaten Pekalongan, BPBD Kabupaten Pekalongan Terus Dropping Air Bersih
“Ketika terjadi bencana, ada kerusakan-kerusakan fasilitas publik dan kebutuhan masyarakat yang harus segera ditangani. Diperlukan tenaga terampil untuk menghitung kebutuhan riil pasca bencana sebagai dasar perencanaan pemulihan,” kata Sekretaris BPBD Batang Sumanto di sela Rapat Koordinasi Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) di Hotel Sendang Sari Batang, Kabupaten Batang, Rabu 30 Oktober 2024.
Menurutnya kehadiran Jitupasna dinilai penting. Pasalnya saat ini kegiatan serupa hanya bisa dinilai oleh petugas Dinas Pekerjaan Umur dan Penataan Ruang (DPUPR), dengan tenaga yang masih terbatas.
BACA JUGA:Mitigasi Gempa Megatrust, BPBD Batang Gelar Simulasi Penyelamatan Diri di Lembaga Pendidikan
“Ketika bencana terjadi, kita harus mengundang DPUPR yang juga memiliki banyak pekerjaan lain. Hal ini memperlambat penanganan,” jelasnya.
Pelatihan ini mengajarkan cara mengkategorikan tingkat kerusakan fasilitas umum, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.
“Tanpa tenaga terlatih, kita tidak akan mendapatkan data valid ketika bencana terjadi. Penting untuk memasukkan data sesuai kriteria yang tepat,” imbuhnya.
Inisiatif BPBD Batang ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat respons penanganan pasca bencana. Dengan tersedianya tenaga terampil di setiap kecamatan dan desa, proses pendataan kerusakan dan identifikasi kebutuhan korban bisa dilakukan lebih cepat dan akurat, sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:Antisipasi Potensi Gempa: Rupbasan Pekalongan dan BPBD Gelar Simulasi Tanggap Darurat
“Program pelatihan tahunan ini memastikan Kabupaten Batang selalu siap menghadapi kemungkinan bencana. Melalui tenaga terlatih yang tersebar di berbagai wilayah, respon terhadap bencana bisa dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran, memberikan harapan bagi pemulihan kehidupan masyarakat pasca bencana. (nov)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: