Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

209 WNA Tinggal di Batang

209 WNA Tinggal di Batang

*Masyarakat Diminta Aktif Awasi

BATANG - Hadirnya Penanam Modal Asing (PMA) di Kabupaten Batang ternyata berdampak pada bertambahnya orang asing yang tinggal di Batang. Kepala Badan Kesbangpol Batang, Agung Wisnu Barata pun meminta masyarakat ikut aktif mengawasi keberadaan orang asing.

"Kita dalam pengawasan orang asing menggunakan model pentahelix, yaitu melibatkan seluruh stake holder yang berkepentingan. Tak hanya dari pemerintah, tetapi melibatkan pihak di luar pemerintah itu sendiri. Seperti masyarakat, perusahaan, hotel dan lainnya," ujar Agung usai kegiatan Sosialisasi Pemantauan Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing di Batang, Rabu (14/9/2022).

Pihaknya berharap masyarakat bisa aktif dalam mengawasi keberadaan orang asing. Perusahaan pun diminta aktif melaporkan tenaga kerja asing mereka. Termasuk bagi pihak hotel juga diharapkan bisa turut melaporkan jika ada tamu berkewarganegaraan asing.

"Artinya ketika ada orang asing di sekitar kita jangan hanya diam saja. Kita juga perlu mawas diri dan mengawasi keberadaannya. Apalagi jika ada hal-hal yang mencurigakan untuk segera dilaporkan, bukan untuk dihakimi sendiri oleh masyarakat," ujarnya.

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pemalang mencatat ada sekitar 209 warga negara asing (WNA) yang tinggal di Batang. Hal ini berdasarkan data dari pengguna izin tinggal yang diajukan ke Kantor Imigrasi Pemalang. Jumlah tersebut didominasi WNA asal Jepang, Filipina, dan China.

"Kehadiran orang asing ini memiliki potensi kerawanan. Seperti terorisme, radikalisme, penyalahgunaan izin tinggal, konflik sosial dan lainnya. Sehingga perlu adanya peran aktif masyarakat untuk melakukan pengawasan," ujar Kasubsi Intelegen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pemalang, Edwin Masila.

Dengan banyaknya warga dan tenaga kerja asing di Batang, ia berharap masyarakat bisa menyiapkan diri. Sehingga nantinya tidak kalah saing dalam menyikapi hadirnya Kawasan Industri Batang.

"Jangan sampai warga Batang sendiri menjadi orang asing di wilayahnya sendiri. Khususnya jangan sampai kita ikuti lifestyle orang asing dan justru asing dengan budaya sendiri," pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: