Daerah Resapan Air Berkurang, Banjir Limpasan Meluas di Kabupaten Pekalongan
Akibat limpasan air dari area persawahan, Dukuh Puton di Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, tergenang banjir, Selasa malam, 23 Desember 2025.-Hadi Waluyo-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Berkurangnya daerah resapan air diduga memicu peningkatan volume limpasan permukaan sehingga menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan.
Banjir akibat limpasan permukaan dan sungai di antaranya terjadi di Jalan Raya Kayugeritan di Desa Kayugeritan Kecamatan Karanganyar, Selasa, 23 Desember 2025. Jalan utama Karanganyar-Wonopringgo ini berubah menjadi laiknya sungai.
Di Dukuh Geritan, air limpasan bahkan masuk ke rumah-rumah warga. Banjir yang datang sejak sore hari ini mulai surut di tengah malam, sekitar pukul 00.00 WIB.
Daerah resapan di kawasan ini berkurang dengan tingginya alih fungsi lahan pertanian untuk bangunan dan peruntukan lainnya, dan perubahan bentuk aliran sungai.
Baca juga:Tanggul Sungai Kapidodo Limpas, Desa Depok dan Blacanan Banjir Rob
"Saya lewat Jalan Raya Kayugeritan saat banjir, berasa naik motor di sungai," kata Teguh (48), warga Desa Legokalong, Kecamatan Karanganyar.
Banjir akibat limpasan aliran air dari sawah dan sungai juga terjadi di Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo. Banjir terparah melanda Perumahan Johar Eka Mandiri di Dukuh Puton, Desa Sastrodirjan, Selasa malam.
Banjir di perumahan ini berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Banjir memicu kekhawatiran warga setelah air mulai naik dan menggenangi area jalan perumahan.
Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Wonopringgo segera terjun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan keselamatan warga.
Berdasarkan pendataan petugas di lapangan, terdapat sekitar 50 rumah yang terdampak genangan air dengan ketinggian rata-rata mencapai 25 cm.
Kapolsek Wonopringgo, Iptu Adhi Agung P, menjelaskan, banjir tersebut dipicu oleh debit air yang berlebih dari areal persawahan yang terletak di sisi selatan perumahan. Saluran pembuangan tidak mampu menampung debit air hujan mengakibatkan air meluap ke area pemukiman.
"Kami telah mendatangi lokasi banjir di Perumahan Johar Eka Mandiri, Desa Sastrodirjan. Ketinggian air terpantau sekitar 25 cm yang berasal dari luapan area persawahan di sebelah selatan. Namun, kami pastikan air hanya menggenangi area jalan dan tidak sampai masuk ke dalam rumah warga," ujarnya.
Iptu Agung juga memastikan kondisi keamanan di lokasi tetap kondusif. Meski akses jalan terganggu genangan, warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing karena situasi dinilai masih aman.
"Malam itu juga air surut. Warga tidak dievakuasi, tapi malam itu tetap bersiaga di lokasi bersama perangkat desa untuk mengantisipasi jika terjadi hujan susulan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
