Apel Harlah NU 2026, PCNU Kota Pekalongan Tekankan Nasionalisme dan Dakwah Berbasis Ilmu
PCNU Kota Pekalongan menggelar Apel Harlah NU dalam rangka peringatan Harlah ke-100 Tahun Masehi dan 103 Tahun Hijriyah NU, di halaman Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan, Jalan Sriwijaya No. 2, Senin pagi, 5 Januari 2026.-Wahyu Hidayat-
PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan menggelar Apel Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka peringatan Harlah ke-100 Tahun Masehi dan 103 Tahun Hijriyah NU, di halaman Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan, Jalan Sriwijaya No. 2, Senin pagi, 5 Januari 2026.
Apel diikuti ratusan peserta yang terdiri atas jajaran PCNU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), Pengurus Ranting NU (PRNU), lembaga dan badan otonom (Banom), serta siswa dan guru SD Islam Nusantara Kota Pekalongan.
Ketua PCNU Kota Pekalongan, Dr. K.H. Moch. Machrus Abdullah, Lc., M.Si., memimpin langsung apel tersebut dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Kiai Machrus menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama didirikan di Surabaya pada 16 Rajab 1344 Hijriyah atau bertepatan dengan 31 Januari 1926 Masehi. Pada tahun ini, NU genap berusia 103 tahun berdasarkan kalender Hijriyah, yang jatuh pada 16 Rajab 1447 H atau 5 Januari 2026 M.
“Berdasarkan ketentuan organisasi, hari lahir NU ditetapkan berdasarkan kalender Hijriyah. Sementara berdasarkan kalender Masehi, NU akan genap berusia 100 tahun atau satu abad pada 31 Januari 2026,” ungkapnya.
Ia menegaskan, perjalanan panjang NU tidak terlepas dari perannya sebagai organisasi sosial keagamaan, kekuatan masyarakat sipil, pernah menjadi partai politik, hingga kembali ke khitah sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah.
“Semua peran itu merupakan wujud komitmen NU dalam memikul tanggung jawab ganda, yakni tanggung jawab keagamaan (mas’uliyyah diniyyah) dan tanggung jawab kebangsaan (mas’uliyyah wathaniyyah),” tegasnya.
BACA JUGA:NU Peduli: PCNU Kota Pekalongan Gelar Pengobatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir Rob
BACA JUGA:LP Ma’arif NU PCNU Kota Pekalongan Kini Resmi Miliki Kantor Sekretariat dan Toko
Menurutnya, tanggung jawab keagamaan NU diwujudkan melalui dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah dengan prinsip tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar.
Sementara tanggung jawab kebangsaan NU diwujudkan dengan komitmen menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai mu’ahadah wathaniyyah atau konsensus kebangsaan yang final.
“Kecintaan kepada negara adalah bagian dari kecintaan kepada agama. Inilah makna Hubbul Wathan Minal Iman,” ujarnya.
Di tengah tantangan krisis pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi, serta maraknya hoaks dan narasi kebencian, Kiai Machrus menekankan pentingnya nasionalisme-religius sebagai jangkar persatuan bangsa.
Ia juga mengajak warga NU dan masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial, serta berdakwah dengan berbasis ilmu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
