iklan banner honda Juni 2026

Ahmad Luthfi Gandeng Ulama Sebagai “Cooling System” di Tengah Arus Informasi

Ahmad Luthfi Gandeng Ulama Sebagai “Cooling System” di Tengah Arus Informasi

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan cindera mata kepada Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Marsudi Syuhud.-Istimewa -

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai penyejuk (cooling system) di tengah derasnya arus informasi,  yang berpotensi memicu disinformasi, hoaks, hingga ujaran kebencian. 

Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurutnya, MUI memiliki posisi strategis untuk menjaga suasana masyarakat tetap kondusif.  Ia mengibaratkan peran MUI seperti radiator yang mampu mendinginkan mesin saat panas. Karena itu, kehadiran ulama di tengah masyarakat dinilai penting untuk menjaga suasana tetap adem.

“Masyarakat akan adem apabila ada ulama datang dalam rangka memberikan pembinaan,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan fiskal, dinamika geopolitik, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, kata dia, membutuhkan kolaborasi dengan Forkopimda, ormas, MUI, dan seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA:Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng

BACA JUGA:TPID Jateng Pertemukan 111 Produsen dan 99 Offtaker, Jaga Inflasi dan Ketersediaan Pangan

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri seperti Superman  Kita membutuhkan super team,” kata Luthfi.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga meminta pengurus baru MUI Jawa Tengah memperkuat komunikasi dengan pemerintah provinsi. Bahkan, ia mempersilakan kantor gubernur menjadi ruang bersama untuk membahas persoalan umat dan masyarakat.

“Saya ingin nanti pengurus yang baru menjadikan kantor gubernur sebagai kantor bersama,” katanya.

Luthfi menyampaikan, kondusivitas menjadi salah satu modal penting pembangunan Jawa Tengah. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,89 persen, sementara angka kemiskinan turun dari 9,88 persen menjadi 9,39 persen. Capaian itu tak lepas dari dukungan dari berbagai pihak. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Marsudi Syuhud mengatakan, MUI merupakan rumah besar bagi berbagai organisasi Islam. Di tingkat pusat, MUI menghimpun puluhan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, mulai dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Al-Washliyah, dan lainnya.

“MUI hadir untuk menyatukan umat, bersama-sama dengan pemerintah, baik di pusat maupun di daerah,” katanya.

Ia menilai, perbedaan pandangan antarorganisasi merupakan hal biasa. Namun, perbedaan itu perlu dikelola dalam wadah bersama agar tidak berkembang menjadi konflik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: