Pemuda Kendal Diminta Jadi Garda Terdepan Pancasila dan Inovasi Digital
KEBERSAMAAN. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama Ketua DPRD Kendal, Mahfud Shodik, Kepala Disporapar Kendal, Achmad Ircham Chalid, Ketua KNPI Kendal, Nattaya Kenenza bersama para peserta Workshop Kepemimpinan Pemuda, Rabu-Kamis (10-11/6/2026)--
RADARPEKALONGAN.CO.ID, KENDAL - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker pada Workshop Kepemimpinan Pemuda Kabupaten Kendal 2026 bertema “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Membangun Kepemimpinan Pemuda yang Berintegritas dan Berdaya Saing” di Boja, Rabu-Kamis (10-11/6/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pembahasan mengenai pemuda sejatinya merupakan pembahasan tentang masa depan bangsa. Menurutnya, kemajuan Indonesia dalam 10 hingga 30 tahun mendatang sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini.
“Pemuda harus menjadi mitra strategis pemerintah. Suara, gagasan, dan ide-ide kreatif kalian sangat penting sebagai masukan untuk pembangunan Kabupaten Kendal. Masa depan daerah dan bangsa ada di tangan generasi muda yang berintegritas, kritis, dan berdaya saing,” tegas Dyah Kartika Permanasari.
Ia mengatakan, sejarah telah membuktikan bahwa setiap perubahan besar bangsa selalu melibatkan peran pemuda. Karena itu, semangat berprestasi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat harus terus ditanamkan kepada generasi muda.
BACA JUGA:Ahmad Luthfi Gandeng Ulama Sebagai “Cooling System” di Tengah Arus Informasi
BACA JUGA:Jurnalis Dituntut Adaptif di Era Digital, Kuasai Audio Visual Tanpa Abaikan Kode Etik
Bupati juga memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Kendal yang terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kendal mencapai 7,99 persen, tertinggi di Jawa Tengah, dengan realisasi investasi sebesar Rp15,85 triliun atau melampaui target yang ditetapkan.
Meski demikian, menurutnya masih banyak persoalan yang harus diselesaikan bersama. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan komunitas muda untuk menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan pembangunan.
“Kami membutuhkan pemuda sebagai pelopor inovasi, kewirausahaan, digitalisasi, serta agen penyebar narasi positif. Jangan sampai kemajuan teknologi justru dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks dan informasi yang memecah belah masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kendal, lanjut Dyah, terus membuka ruang pengembangan kapasitas pemuda melalui berbagai program, termasuk Sekolah Mahir Bisnis Kewirausahaan untuk Pemuda (Semanis Muda) dan kegiatan kepemudaan lainnya.
BACA JUGA:Jurnalis Dituntut Adaptif di Era Digital, Kuasai Audio Visual Tanpa Abaikan Kode Etik
Ia berharap workshop tersebut menjadi ruang belajar, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring yang produktif. Di akhir sambutannya, Dyah mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dan terus berkolaborasi demi kemajuan daerah.
“Jangan berhenti pada diskusi. Setelah kegiatan ini harus ada langkah nyata, inovasi, dan aksi bersama untuk mewujudkan Kabupaten Kendal yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” pungkasnya sebelum secara resmi membuka workshop kepemimpinan pemuda tahun 2026.(ADV)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
