Polisi-Warga Evakuasi Longsor Dapuran Bambu di Linggoasri
Warga bersama polisi dan Pemdes Linggoasri evakuasi tanah longsor yang menutup akses jalan menuju ke Dukuh Bojonglarang, Sabtu pagi, 13 Juni 2026.-Hadi Waluyo.-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Akses jalan menuju Dukuh Bojonglarang, Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, akhirnya kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan.
Hal ini setelah Polsek Kajen bersama pemerintah desa dan warga setempat bahu-membahu melaksanakan kerja bakti pembersihan material tanah longsor, Sabtu pagi, 13 Juni 2026.
Sebelumnya, peristiwa tanah longsor disertai tumbangnya rumpun bambu (dapuran bambu) terjadi pada Jumat sore, 12 Juni 2026, sekitar pukul 17.30 WIB.
Material longsoran yang cukup besar tersebut menutup total akses jalan satu-satunya menuju Dukuh Bojonglarang serta mengakibatkan robohnya satu tiang listrik milik PLN hingga sempat memutus jaringan penerangan setempat.
Insiden ini pertama kali diketahui oleh warga yang sedang berboncengan sepeda motor saat perjalanan pulang dari Kajen. Selepas melewati area TPA Bojonglarang, mereka terpaksa menghentikan kendaraan karena jalan tertutup total dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke piket siaga Polsek Kajen.
Baca juga:Diduga Akan Tawuran di Taman Boulevard Kajen Pada Dini Hari, 3 Pemuda Diamankan Polisi
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, melalui Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro merespons laporan warga. Pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan cepat pada Sabtu pagi.
"Begitu menerima laporan aduan masyarakat semalam, kami langsung agendakan kerja bakti massal pagi ini. Prioritas utama kami adalah membuka kembali akses jalan yang terisolasi agar aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga Dukuh Bojonglarang tidak lumpuh," ujar Iptu Teguh, Sabtu siang.
Berbekal peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, dan parang untuk memotong material bambu, personel Polsek Kajen bersama perangkat desa dan puluhan warga bergotong-royong membersihkan sisa tanah yang licin. Setelah beberapa jam, material tanah berhasil disingkirkan dari badan jalan.
"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan gotong-royong bersama warga, material longsoran dan dapuran bambu sudah berhasil dievakuasi. Saat ini akses jalan sudah dapat dilalui kembali secara normal oleh kendaraan roda dua maupun roda empat," jelas Kapolsek.
"Selain membersihkan jalan, anggota kami bersama warga juga memasang tanda atau rambu peringatan darurat di sekitar lokasi longsor. Ini penting agar pengguna jalan yang melintas lebih waspada dan berhati-hati, sebab titik tersebut masuk dalam zona rawan longsor susulan," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
