Terobosan Baru di SMAN 2 Pekalongan: Metode Brain Based Learning Bikin Daya Serap Siswa Tembus 90%!
Kepala SMAN 2 Kota Pekalongan, Indah Muslichatun, S.Pd, M.Pd., (kanan) bersama Arina Yuliarti, S.Pd, M.Pd (tengah) bersama pustakawan Muhammad Yudhi Pratama, S.Hum usai wawancara tentang Brain Based Learning Senin 10 Agustus 2026.-Asep/Radar Pekalongan-
PEKALONGAN - Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa metode belajar konvensional sering kali membuat siswa cepat bosan dan sulit memahami materi?
Di tengah tantangan dunia pendidikan modern, SMAN 2 Kota Pekalongan hadir membawa angin segar.
Seorang guru inspiratif bernama Arina Yuliarti, S.Pd., M.Pd., sukses mengampanyekan sebuah metode pembelajaran revolusioner yang dikenal sebagai Brain Based Learning (BBL).
Tidak tanggung-tanggung, metode berbasis kerja otak ini diklaim mampu meningkatkan daya serap siswa hingga 90%!
Seperti apa rahasia di balik efektivitas metode ramah otak ini? Mari bedah tuntas bersama!
Apa Itu Brain Based Learning?
Brain Based Learning adalah pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan cara kerja alami otak manusia.
Metode yang telah banyak diterapkan di negara-negara maju ini kini mulai dikembangkan secara masif di Indonesia, salah satunya dipelopori oleh para pendidik di SMAN 2 Kota Pekalongan.
Kepala SMAN 2 Kota Pekalongan, Indah Muslichatun, S.Pd, M.Pd., bersama Arina Yuliarti, S.Pd, M.Pd mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan belajar terletak pada kenyamanan mental siswa.
"Otak siswa perlu rasa nyaman dan aman dalam proses pembelajaran. Kalau dua faktor tersebut terpenuhi, maka siswa sudah dalam keadaan siap belajar," ujar Arina penuh semangat.
5 Langkah Sukses Menerapkan Brain Based Learning di Kelas
Penerapan metode ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui tahapan sistematis yang merangsang fungsi kognitif secara optimal:
Membangun Rasa Nyaman dan Aman: Kondisi emosional siswa harus distabilkan terlebih dahulu agar bebas dari kecemasan atau tekanan.
Stimulasi Keaktifan: Siswa didorong untuk aktif menyampaikan pendapat, menawarkan sudut pandang alternatif, hingga berani menyanggah argumen berdasarkan data dan fakta terbaru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

