Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Jumat Curhat di Subah, Kapolresta Batang Soroti Dampak KITB dan Kemacetan Pantura

Jumat Curhat di Subah, Kapolresta Batang Soroti Dampak KITB dan Kemacetan Pantura

Kapolresta Batang Kombespol Warsono mengunjungi dan menyerahkan bantuan pada salah seorang warga yang mempunyai anak berkebutuhan khusus.-Istimewa -

BATANG - Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan komunikasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Jumat Curhat di Mako Polsek Subah, Kabupaten Batang, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang menjadi wadah silaturahmi itu dihadiri pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat.

Warsono mengatakan, forum Jumat Curhat merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang penting untuk menyerap informasi dan mengetahui berbagai persoalan yang terjadi langsung di tengah masyarakat.

"Program Jumat Curhat sebagai wadah silaturahmi. Kegiatan ini wujud kolaborasi dan sinergitas serta komunikasi dengan unsur-unsur terkait," ujar Warsono.

BACA JUGA:Polresta Batang Lakukan Rotasi Besar-besaran, 7 Kasat dan 3 Kapolsek Berganti

BACA JUGA:Kawasan Alun-Alun Batang Kian Cantik, Eks Asrama Polisi akan Disulap Jadi Food Court

Menurut Warsono, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Ia memaparkan, perbandingan jumlah polisi dengan masyarakat di Batang mencapai sekitar satu berbanding 1.000, sehingga kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat.

Karena itu, ia meminta tiga pilar, yakni pemerintah, TNI, dan Polri, semakin aktif membangun sinergi, kolaborasi, dan komunikasi hingga tingkat wilayah.

"Modal awal wilayah agar semua kegiatan berjalan adalah aman. Saya berharap seluruh wilayah di Kabupaten Batang aman, jangan ada wilayah yang tidak aman karena akan berdampak ke wilayah yang lain," ujarnya.

Warsono juga menyoroti perkembangan Kabupaten Batang yang kini semakin pesat, salah satunya dengan keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang telah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Perubahan lingkungan akibat perkembangan industri disebutnya membawa dampak positif sekaligus tantangan baru.

"Sekarang Batang menjadi ikon pusat ekonomi. Oleh sebab itu mari kita tingkatkan SDM dan harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan," katanya.

Ia meminta masyarakat tidak hanya menjadi penonton, dan mendorong generasi muda meningkatkan kemampuan agar mampu mengambil peluang dari perkembangan ekonomi daerah.

Sejumlah Keluhan Masyarakat Ditampung

Dalam sesi tanya jawab, Pendeta Stefanus Yadi menyampaikan keluhan mengenai aktivitas jembatan timbang yang dinilai mengganggu akses menuju gereja. Ia mengatakan, jembatan timbang setiap hari sekitar pukul 09.30 dan 16.30 WIB ditutup sehingga menimbulkan antrean kendaraan yang parkir di depan gereja.

Menanggapi hal itu, Warsono meminta Kapolsek Subah bersama Satuan Lalu Lintas berkoordinasi dengan pengelola jembatan timbang mengenai jam operasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait