Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

Normalisasi Aliran Sungai Bendan Kergon Dioptimalkan, Sampah dan Pendangkalan Jadi Perhatian

Normalisasi Aliran Sungai Bendan Kergon Dioptimalkan, Sampah dan Pendangkalan Jadi Perhatian

SUNGAI - Pekerja sedang melakukan pembersihan sungai Bendan Kergon, kemarin.-ABDURROHMAN-

RADARPEKALONGAN.CO.ID – Upaya memperlancar aliran air di wilayah Kota Pekalongan terus dilakukan. Salah satunya melalui normalisasi aliran sungai Bendan Kergon yang berada di Jalan Sulawesi, Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat.

Kondisi aliran sungai menjadi perhatian karena terdapat sejumlah persoalan yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air. Mulai dari pendangkalan akibat endapan lumpur hingga tumpukan sampah yang masih ditemukan di sepanjang saluran.

Lurah Bendan Kergon Achmad Mahmudin mengatakan, penanganan aliran sungai tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan pembersihan. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, kelompok swadaya masyarakat (KSM), tokoh masyarakat, serta organisasi perangkat daerah (OPD).

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung kegiatan normalisasi aliran sungai Bendan Kergon, kemarin.

Menurut Mahmudin, persoalan pendangkalan dan sampah perlu segera ditangani secara bersama-sama agar fungsi saluran sebagai jalur aliran air dapat kembali optimal. “Kita akan berupaya mengatasi normalisasi saluran dengan mempertemukan tokoh masyarakat, KSM, dan instansi terkait untuk betul-betul menangani permasalahan ini. Saya yakin kalau kita bersama-sama, permasalahan ini bisa kita atasi,” ujar Mahmudin.

Normalisasi Aliran sungai Bendan Kergon Libatkan Masyarakat

Dalam penanganannya, Kelurahan Bendan Kergon telah membangun komunikasi dengan KSM dan tokoh masyarakat, terutama yang berada di wilayah RW 16.

Koordinasi tersebut diarahkan untuk mencari langkah penanganan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah dan sedimentasi, tetapi juga menjaga kondisi saluran secara berkelanjutan.

Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut. Pihak kelurahan mendorong RT dan RW yang berada di sepanjang aliran sungai untuk ikut mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

Langkah ini dinilai penting karena normalisasi saluran akan kurang optimal apabila persoalan sampah kembali muncul setelah kegiatan pembersihan selesai dilakukan.

Selain itu, sampah plastik yang berhasil dikumpulkan juga memiliki potensi untuk dikelola lebih lanjut melalui kerja sama dengan bank sampah. Sampah tersebut dapat dipilah untuk kemudian didaur ulang maupun dimanfaatkan sebagai bahan produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Dorong Kolaborasi dengan DLH dan DPUPR

Ke depan, penanganan saluran di Jalan Sulawesi tersebut juga akan diarahkan melalui kolaborasi antara masyarakat dan sejumlah OPD terkait. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang memiliki kewenangan dan keterkaitan dalam penanganan lingkungan serta infrastruktur saluran air.

Salah satu gagasan yang tengah didorong yakni pelaksanaan kegiatan padat karya. Konsep tersebut diharapkan dapat membantu proses normalisasi sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan keterlibatan warga secara langsung, pemeliharaan saluran diharapkan tidak berhenti pada kegiatan normalisasi saja. Kesadaran menjaga kebersihan perlu menjadi bagian dari aktivitas rutin masyarakat di sekitar aliran sungai. “Kita koordinasikan supaya bareng-bareng antara masyarakat dengan OPD bisa membaur untuk membersihkan saluran air sungai di wilayah Jalan Sulawesi ini,” pungkas Mahmudin. (dur)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: