Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

Semiwool Jadi Penopang Pasar Tekstil Pekalongan, Pemain Baru Terus Bermunculan

Semiwool Jadi Penopang Pasar Tekstil Pekalongan, Pemain Baru Terus Bermunculan

Produk- Ali menunjukkan produk jadi semiwool dari bahan textile usahanya.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi

Radarpekalongan.co.id – Perubahan selera pasar turut menggeser peta perdagangan tekstil di Pekalongan. Salah satu jenis kain yang kini banyak diperbincangkan pelaku usaha adalah semiwool, yang penggunaannya tidak hanya untuk pakaian laki-laki, tetapi juga berkembang untuk kebutuhan busana perempuan.

Ali Zainal Abidin, salah satu pelaku usaha tekstil dari Samuhita, mengatakan perkembangan semiwool di Pekalongan terlihat dalam sekitar dua tahun terakhir. Jika sebelumnya pemain dan pilihan produknya masih terbatas, kini semakin banyak produsen maupun pedagang yang masuk ke pasar tersebut.

Menurutnya, kondisi itu ikut mendorong persaingan, terutama dalam hal harga dan kualitas. Bahkan, sejumlah pemain yang sebelumnya memproduksi jenis tekstil lain mulai mengalihkan sebagian produksinya ke semiwool karena melihat pasar yang masih terbuka.

“Pemain semiwool sekarang sudah semakin banyak. Pasarnya juga semakin besar,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan Pekalongan Textile UMKM Fest 2026.

Ali menilai salah satu karakter semiwool yang membuatnya memiliki pasar tersendiri adalah pilihan warnanya yang relatif mudah mengikuti kebutuhan fashion. Berbeda dengan kain bermotif yang sangat bergantung pada perubahan tren motif, semiwool lebih banyak bermain pada warna dan karakter bahan.

BACA JUGA:Plt Bupati Pekalongan Sukirman Dorong Percepatan Sekolah Rakyat, Target Beroperasi 2027

BACA JUGA:Plt Bupati Pekalongan Sukirman Perkuat Komitmen Percepatan RDTR, Dukung Kepastian Investasi dan Tata Ruang

BACA JUGA:Dituduh Gendam dan Gelapkan Kembalian Nenek 77 Tahun, 8 Sales Gas di Batang Babak Belur Dikeroyok Massa

“Kalau rayon lebih banyak bermain motif. Ketika motifnya sudah tidak sesuai tren, harus berganti. Kalau semiwool lebih banyak mengikuti warna dan kebutuhan fashion,” jelasnya.

Karakter kain juga disesuaikan dengan segmen pengguna. Untuk kebutuhan busana laki-laki, misalnya, tersedia bahan dengan tekstur yang lebih tegas. Sementara untuk pakaian perempuan, konsumen cenderung mencari bahan yang lebih halus dan memiliki efek jatuh.

Dari sisi perdagangan, Ali menyebut permintaan terhadap semiwool masih menunjukkan pergerakan positif. Ia mengatakan penjualan di tempatnya saat ini dapat mencapai sekitar 500 roll dalam satu minggu, dengan pasar yang mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan hingga Pemalang.

Bahkan, menjelang Lebaran lalu, pasokan sempat mengalami kekurangan. Menurut Ali, terdapat sekitar 1.500 roll yang belum dapat dipenuhi ketika permintaan meningkat, di tengah bertambahnya jumlah pemain dan kenaikan harga benang.

“Setelah Lebaran saya cukup kaget karena pemainnya semakin banyak. Sebelum Lebaran juga sempat kekurangan suplai,” katanya.

BACA JUGA:UHC Pekalongan Akhirnya Jalan di Penghujung 2026! Rp47 Miliar Disiapkan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: