Bisa Cek Kesehatan Gratis di Desa, Ini Capaian Program CKG dan Speling Jawa Tengah
Sambil mendorong putranya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengikuti acara Immunity Run & Walk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Kota Semarang, Sabtu (7/11/2026).-Istimewa -
SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi memadukan dua program kesehatan andalannya, yakni Cek kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling). Langkah ini diambil untuk mendekatkan akses medis spesialis hingga ke pelosok desa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, kolaborasi ini krusial untuk memperkuat deteksi dini berbagai penyakit kronis maupun kondisi medis rentan di tingkat tapak.
"Dokter itu turun ke bawah untuk mengobati masyarakat di desa. Para warga (dapat pelayanan kesehatan) gratis," kata Luthfi saat ditemui di sela acara Immunity Run & Walk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Kota Semarang, Sabtu (7/11/2026).
Melalui integrasi ini, masyarakat pedesaan dapat mengkases pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus konsultasi dokter spesialis—seperti pemeriksaan TBC, kesehatan anak, hingga kesehatan jiwa—tanpa perlu mendatangi rumah sakit daerah.
BACA JUGA:PWNA Jateng Siap Berkolaborasi Dukung Gerakan 'Sak Omah Sak Sumur Resapan' Pemprov Jateng
BACA JUGA:Pemprov Jateng Gelar Cashback Pajak Kendaraan Rp50.000 Per Hari, Cek Syaratnya
Capaian Layanan dan Penurunan Angka Kematian
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, jangkauan kedua program tersebut mencatatkan progress signifikan hingga awal November 2026:
* Program CKG: Berhasil menjangkau 20,84 juta warga Jawa Tengah (data per 31 Oktober 2026).
* Program Speling: Telah digelar sebanyak 1.857 kali yang tersebar di 1.603 desa dan kelurahan, dengan total sasaran mencapai 133.132 warga (data per 2 November 2026).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menjelaskan bahwa perpaduan CKG dan Speling berdampak langsung terhadap perbaikan indikator kesehatan daerah, terutama pada angka kematian ibu dan bayi yang turun hampir 21 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Penurunan tersebut berkat penguatan program CKG yang dipadukan dengan Speling, sehingga penyakit atau kondisi berisiko pada ibu hamil dapat diketahui dan ditangani lebih awal," jelas Zulfachmi.
Prosedur Penanganan dan Gerakan Hidup Sehat
Dalam hal penanganan kasus khusus seperti tuberkulosis (TBC) maupun risiko kehamilan tinggi, petugas medis di lapangan akan langsung melakukan penelusuran (tracing) kontak jika ditemukan temuan klinis.
Selanjutnya, pengobatan dan pemantauan pasien difasilitasi oleh puskesmas setempat di bawah pengawasan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Selain layanan kuratif dan deteksi dini, Pemprov Jateng juga menggalakkan edukasi promotif lewat aktivitas fisik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

