iklan banner Honda atas

25.498 Penduduk Kota Pekalongan Miskin Ekstrem

25.498 Penduduk Kota Pekalongan Miskin Ekstrem

Yos Rosyidi Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan--

KOTA - Angka kemiskinan di Kota Pekalongan pada tahun 2020 mencapai 7,17%, kemudian di tahun 2021 naik menjadi 7,59%, dan di tahun 2022 berhasil turun menjadi 7%.

 

Hanya saja, meski terjadi penurunan angka kemiskinan, ternyata berdasar Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) ada sebanyak 25.498 penduduk Kota Pekalongan masuk kategori miskin ekstrem.

 

Kemiskinan ekstrem sendiri merupakan kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, yaitu makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial.

 

Hal ini disampaikan Kepala Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan, Yos Rosyidi.

 

"Meskipun turun, ternyata dari Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem masih ada sekitar 25.498 yang merupakan miskin ekstrem," kata Yos usai menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dalam Kegiatan Roadshow Daring bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, bertempat di Ruang Jlamprang Setda Kota Pekalongan, Selasa siang (7/2/2023).

 

Kondisi tersebut menurut Yos perlu diatasi bersama melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Pekalongan untuk mencari strategi yang tepat. 

 

Pemerintah Indonesia bahkan memberikan atensi khusus untuk menghapus kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Republik Indonesia pada 2024. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait