Membahayakan, Warga Usul SDN 2 Krompeng Direlokasi, Dekat Tambang Galian C

Membahayakan, Warga Usul SDN 2 Krompeng Direlokasi, Dekat Tambang Galian C

Tebing tak jauh dari bangunan SDN 2 Krompeng longsor sehingga merusak pagar dan talud pengaman. Warga usul agar sekolah ini direlokasi.-Hadi Waluyo-

KAJEN,RADARPEKALONGAN.DISWAY.ID - Praktik pertambangan galian C di dekat SDN 2 Krompeng mengakibatkan bangunan sekolahan ini untuk jangka panjangnya berpotensi rawan longsor. Sebab, bangunan sekolah dikepung tebing curam yang rawan tergerus longsor saat musim hujan.

Potensi longsor sudah tampak. Di salah satu tebing belakang sekolah ambles hingga mengakibatkan bangunan pagar dan talud pengaman tebing rusak. Talud pengaman tebing yang dibangun pihak penambang pun dinilai tak akan mampu menahan longsor.

Kepala SDN 2 Krompeng, Aslori, Rabu, 27 Desember 2023, mengatakan, warga dan komite sekolah mengusulkan agar SDN 2 Krompeng direlokasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Pasalnya, untuk jangka panjang, tebing yang mengepung sekolahan rawan longsor. 

Sebab, bangunan sekolah sudah dikepung tebing curam berbentuk letter U. Dengan kedalaman tebing sekitar 13 meter. "Keinginan warga seperti itu (relokasi). Untuk jangka panjang, jika hanya ditalud akan kurang nyaman," ujarnya.

Baca juga:Bangunan SDN 2 Krompeng Nyaris Longsor, Diduga Akibat Praktik Galian C di Dekat Sekolahan

Sementara itu, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan Ipung Sunaryo, dikonfirmasi usulan agar SDN 2 Krompeng direlokasi mengatakan, pihaknya akan minta dahulu kajian teknis dari OPD teknis, yakni DPU Taru untuk menentukan apakah sekolah tersebut masih layak apa perlu direlokasi.

"Karena itu ranahnya sudah masuk ke ranah konstruksi, jadi yang lebih berhak menentukan tentunya dari OPD teknis," kata dia.

Sebelumnya diketahui, bangunan SDN 2 Krompeng di Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, nyaris tergerus tebing longsor. Pasalnya, posisi sekolahan ini tak jauh dari lokasi penambangan galian C yang pengerukan tanahnya kian mendekati bangunan sekolahan tersebut.

Akibat diguyur hujan deras pada Senin sore, 25 Desember 2023, tebing di lokasi galian itu longsor. Akibatnya, talud pengaman yang dibangun pihak penambang untuk mengamankan bangunan sekolah sebagian longsor dan rusak. Beberapa dinding sekolah itu juga ada yang mengalami retak-retak.

Baca lagi:2 Rumah Warga di Desa Depok Kabupaten Pekalongan Rusak Dihajar Longsor

Kepala SDN 2 Krompeng, Aslori, menyatakan, longsor di lingkungan SDN 2 Krompeng diduga efek dari penggalian tanah yang tak jauh dari sekolahan itu. Ia sendiri mengakui baru menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah ini pada Juni 2023. 

"Pertama kali saya menjabat di situ saya langsung koordinasi dengan pihak dinas terkait, pemangku wilayah, pak camat saya juga sudah matur, saya juga sudah ke kantor ESDM di Pekalongan, karena itu kewenangan izin kan dari sana informasinya," kata dia.

Di ESDM Provinsi Jateng Cabang Pekalongan, pihaknya mengajukan penanggulangan sementara untuk menangani tebing sangat curam yang rawan longsor tersebut. Sebab, di atas tebing itu ada aset pemerintah yang harus diselamatkan. "Akhirnya kan ada pembangunan talud. Pembangunan talud itu dilakukan oleh pihak penambang," kata dia. 

Menurutnya, sebelum ditalud, jarak sekolah dengan bibir tebing sekitar 3 sampai 4 meter. Setelah ditalud, jaraknya 5 meter. Namun konstruksi talud dinilai beberapa pihak tidak akan kuat menahan tebing longsor. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: