Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

Musim Kemarau Panjang, Warga Batang Diminta Waspadai ISPA dan Konjungtivitis

Musim Kemarau Panjang, Warga Batang Diminta Waspadai ISPA dan Konjungtivitis

Kepala Dinkes Batang - dr Ida Susilaksmi -Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Musim kemarau panjang membuat kondisi udara di sejumlah wilayah Batang dipenuhi debu dan asap. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan mata.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Ida Susilaksmi mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Selain debu, asap dari aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat juga menjadi salah satu sumber polusi udara yang perlu diwaspadai.

“Kalau ada warga yang keluar rumah dan menggunakan kendaraan yang tidak tertutup, disarankan memakai masker dan kacamata untuk menghindari masalah pada saluran pernapasan maupun radang mata atau konjungtivitis,” ujar Ida saat diwawancarai Radar Pekalongan, Kamis 17 September 2026. 

Menurutnya, kondisi udara yang berdebu seperti saat ini dapat meningkatkan risiko munculnya konjungtivitis atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit belekan. Penyakit tersebut juga berpotensi menular dan menyerang lebih banyak warga apabila tidak diantisipasi.

Masyarakat yang telah memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan, seperti asma, juga diminta lebih berhati-hati. Apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, warga dengan kondisi tersebut dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara kurang bersahabat.

Untuk perlindungan dari debu, masyarakat dapat menggunakan masker sesuai kebutuhan. Penggunaan masker dengan tingkat perlindungan lebih tinggi seperti N95, menurutnya, lebih diperuntukkan bagi wilayah yang mengalami paparan abu vulkanik.

“Untuk wilayah Batang, informasi dari BPBD kita belum terpapar abu vulkanik. Jadi masih secara umum kaitannya dengan pencegahan terhadap debu dan asap,” jelasnya.

Selain ISPA dan konjungtivitis, sejumlah penyakit lain juga ditemukan selama musim kemarau. Di antaranya cacar air dan diare.

Kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih turut menjadi perhatian. Keterbatasan air dapat berdampak terhadap kebersihan diri dan sanitasi lingkungan sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyakit diare.

“Masalah yang lain di situasi sekarang ini adalah terkait dengan penyediaan air bersih,” katanya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai risiko kesehatan yang paling jelas akibat paparan asap, ia menyebut infeksi saluran pernapasan menjadi salah satu yang perlu paling diwaspadai masyarakat.

“Infeksi saluran pernapasan yang jelas,” tegasnya. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: