Rumah BUMN BRI Pekalongan Dukung Penguatan Kompetensi Digital Mahasiswa dan UMKM
Bersama- Foto bersama pihak rumah BUMN BRI Pekalongan dalam kegiatan Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.-FOTO-Dok. Rumah BUMN BRI Pekalongan
Radarpekalongan.co.id – Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha menjadi salah satu upaya mempercepat digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui sinergi dengan perguruan tinggi, Rumah BUMN BRI Pekalongan berpeluang menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi digital sekaligus membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing usaha.
Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam keterlibatan Fasilitator Rumah BUMN BRI Pekalongan, Noviyanti, pada kegiatan Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Senin (26/10/2026). Noviyanti diundang sebagai pemangku kepentingan untuk memberikan perspektif mengenai kebutuhan dunia usaha, khususnya dalam pengembangan kompetensi digital bagi UMKM.
Ia menjelaskan, hubungan antara perguruan tinggi dan Rumah BUMN memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan. Kampus membutuhkan tempat praktik nyata bagi mahasiswa, sedangkan UMKM binaan membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang mampu membantu proses digitalisasi usaha.
BACA JUGA:Fahmi Atlet Gantole Sumbang Perunggu untuk Kabupaten Pekalongan di Porprov Jateng 2026
"Program Studi Bisnis Digital membutuhkan laboratorium lapangan yang nyata agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami persoalan yang dihadapi pelaku UMKM. Di sisi lain, Rumah BUMN membutuhkan dukungan talenta digital untuk membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi," ujarnya kepada Radar.
Menurut dia, kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari praktik pemasaran digital, pembuatan konten dan foto produk, pengelolaan toko daring, hingga penyusunan laporan keuangan berbasis digital. Mahasiswa juga dapat terlibat dalam pendampingan UMKM melalui program magang berbasis proyek.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu menyelesaikan persoalan usaha secara langsung. Sementara itu, pelaku UMKM dapat memperoleh pendampingan dalam mengoptimalkan pemasaran, memperkuat identitas produk, serta memperluas jangkauan pasar.
Pihaknya juga menilai, kolaborasi kampus dan Rumah BUMN juga sejalan dengan semangat pembelajaran berbasis pengalaman dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendampingan dapat menjadi sarana untuk membangun keterampilan sekaligus memahami kebutuhan dunia kerja.
BACA JUGA:NPCI Batang Targetkan 9 Emas di Peparprov Jateng 2026, Bidik Tembus 10 Besar
BACA JUGA:Tanah Bengkok, Fondasi Kemandirian Warukidul
BACA JUGA:Bupati Batang Wajibkan Digitalisasi Sistem Parkir dan Objek Wisata, Menggunakan QRIS
"Kolaborasi ini bisa menjadi simbiosis mutualisme. Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik sesuai bidang keilmuannya, sedangkan UMKM memperoleh dukungan untuk mengembangkan pemasaran dan pengelolaan usaha secara digital," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

