"Kami mendalami apakah ada unsur kelalaian pengemudi atau faktor teknis kendaraan. Cuaca ekstrem tidak serta-merta menghilangkan kewajiban pengemudi untuk menyesuaikan kecepatan," tandas Eka Hendra.
Kerugian materiil awal ditaksir mencapai Rp 20 juta akibat kerusakan parah di bagian depan dan kaca bus yang pecah. Pihak kepolisian mengingatkan seluruh pengemudi, terutama kendaraan besar, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan saat hujan deras guna mencegah terulangnya tragedi serupa.