BATANG – Hujan ekstrem yang menerjang kawasan persawahan di Kabupaten Batang mengancam penurunan hasil panen.
Menghadapi kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Junaenah, mendesak Perum Bulog segera melakukan intervensi untuk menyerap gabah petani.
Desakan tersebut disampaikan Junaenah saat meninjau langsung Gudang Bulog di Batang, Senin (2/2/2026). Ia menekankan pentingnya peran aktif Bulog dalam menstabilkan kondisi di level petani di tengah cuaca yang tidak mendukung.
Meski musim panen telah dimulai di sejumlah daerah, seperti Kecamatan Tulis, pasokan gabah ke pasar diperkirakan belum normal. Junaenah menyebut, hal ini akibat banyak lahan yang terdampak banjir sehingga merusak tanaman.
BACA JUGA:Warga Kedungmiri Patungan dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Kelurahan yang Rusak Parah
"Harga gabah di tingkat petani masih tinggi karena pasokan terbatas. Banyak sawah kebanjiran dan rusak. Karena itu, Bulog harus segera bergerak melakukan pengadaan," kata Junaenah.
Ia mengakui cuaca buruk menjadi kendala utama, termasuk menghambat proses pengeringan gabah. "Serapan belum bisa maksimal karena faktor cuaca. Namun, pemimpin wilayah Bulog telah menyatakan kesiapan untuk memulai pengadaan," tambahnya.
Junaenah memprediksi produksi gabah di Batang tahun ini bisa merosot signifikan akibat cuaca ekstrem. "Dari pantauan di lapangan, penurunan hasil panen berpotensi mencapai 40 persen karena banyak tanaman puso atau roboh diterjang banjir," ujarnya.
Selain mendorong Bulog, ia juga meminta Dinas Pertanian setempat meningkatkan pendampingan kepada petani. Hal ini untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit tanaman yang kerap meningkat pada musim penghujan.
Stok Pangan Ramadhan Dipastikan Aman
Di tengah kekhawatiran turunnya produksi, Junaenah menyatakan ketersediaan stok beras untuk menyambut Ramadhan dalam kondisi aman. "Stok beras di gudang Bulog saat ini masih mencukupi," tegasnya.
Pernyataan serupa disampaikan Pimpinan Cabang Bulog Tegal, Wahyu Tri Utomo. Wilayah kerja cabang tersebut mencakup Kabupaten Batang.
"Stok pangan kami dalam kondisi aman. Untuk beras tersedia 67.250 ton dan minyak goreng sekitar 200 ribu liter. Penyaluran ke pedagang di pasar tradisional terus dilakukan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan," jelas Wahyu.
Koordinasi antarlembaga dan percepatan serapan gabah menjadi langkah kunci untuk menjaga ketahanan pangan lokal, khususnya menghadapi periode permintaan yang meningkat selama bulan suci Ramadhan.