Akibat Kelelahan, Satu Lagi Penyelenggara Pemilu Meninggal

Akibat Kelelahan, Satu Lagi Penyelenggara Pemilu Meninggal

Suasana rumah duka H Susiswo anggota KPPSyang meninggal dunia. (dok Istimewa)

KESESI - Satu per satu kabar duka dari penyelenggara pemilu. Setelah sebelumnya ada dua wanita keguguran, dua petugas meninggal, kini ada kabar duka kembali. Seorang petugas KPPS di Desa Kwasen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, H Susiswo, meninggal dunia, Rabu (24/4) sore, sekitar pukul 15.15 WIB. Diduga, petugas ini meninggal akibat akumulasi kelelahan.

Jenazah penyelenggara Pemilu di tingkat desa ini rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, Kamis (25/4) pagi ini, sekitar pukul 09.00 WIB.

Seorang warga Desa Kwasen, Tutur (38), kemarin, mengatakan, almarhum meninggal sekitar pukul 15.15 WIB. Menurutnya, H Susiswo diduga meninggal dunia akibat akumulasi kelelahan yang dialaminya.

Disebutkan, setelah selesai melaksanakan tugasnya sebagai KPPS, almarhum panen padi, selanjutnya Sabtu kemarin ikut ziarah ke Ciramaya, Jawa Barat. "Informasinya saat di Jawa Barat itu kondisinya sudah ngedrop. Sepulang dari ziarah langsung dibawa ke RSUD Kraton," terang dia.

Disebutkan, almarhum merupakan warga Dukuh Legundi, Desa Kwasen. Almarhum diperkirakan sudah berusia di atas 60 tahun. "Almarhum akan dimakamkan besok (pagi ini)," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pada pelaksanaan Pemilu 2019 banyak petugas penyelenggara Pemilu baik di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mengalami kelelahan akibat beban kerja yang cukup tinggi.

Di Kabupaten Pekalongan, berdasarkan informasi yang diterima pihak KPU setempat menyebutkan ada dua petugas KPPS perempuan yang diduga keguguran, satu petugas Linmas meninggal dunia, dan satu petugas KPPS dirawat di rumah sakit akibat mengalami kecelakaan lalu lintas.

Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Abi Rizal, menyatakan, pascapelaksanaan pencoblosan banyak petugas penyelenggara Pemilu yang sakit. Namun, kata dia, sakitnya itu bukan pada saat melaksanakan tugas tapi setelah proses pencoblosan selesai. Sebagian besar penyelenggara Pemilu ini menjalani rawat jalan. "Yang sakit banyak tapi tidak diinformasikan ke kita. Sakitnya setelah coblosan beberapa hari, tidak langsung di TPS. Banyak yang rawat jalan," imbuhnya. (ap5)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: