Generasi Muda Diajak Peduli Kesehatan melalui "GEN PESAT"

Generasi Muda Diajak Peduli Kesehatan melalui

MENERANGKAN - Ida Sulistiyani sedang menerangkan tentang upaya penurunan masalah gizi pada balita dan bayi saat Rakor Gen Pesat. RIFKI RISYA

KAJEN - Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan mengajak para Pemuda-Pemudi Generasi Muda untuk peduli dan menjadi bagian dari kesehatan dalam acara Rakor Upaya Penurunan Bayi BBLR, Balita Kurang Gizi, Balita Gizi Buruk dan Stunting melalui " Gen Pesat " (Gerakan Pemuda Siaga Sehat) di Aula 1 Dinkes Kab. Pekalongan, jumat (29/3/2019).

Tingginya angka balita dengan masalah status GIZI (Gizi kurang, gizi buruk, stunting dan BBLR) dan tingginya angka pernikahan dini menjadi faktor dinkes untuk mengadakan sosialisai tentang Gen Pesat, karena banyak ibu hamil dengan Anemia dan KEK (Kekurangan Energy Kronin) serta masih rendahnya cakupan jamban juga menjadi faktor tambahan.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan, Ida Sulistiyani menjelaskan "Gen Pesat ini merupakan inovasi baru dari dinkes dalam upaya penurunan masalah gizi, karena kabupaten pekalongan menduduki peringkat ke 4 dari bawah se jateng untuk masalah gizi." terangnya.

Untuk saat ini di kab. Pekalongan masih banyak balita yang mengalami berat badan dibawah standar, sehingga berpotensi mengalami masalah status gizi. Tahun 2018 jumlah balita yang gizi kurang mencapai 475 balita, gizi buruk 48 balita dan stunting 91 balita. Sedangkan bayi baru lahir dengan kategori BBLR mencapai 746 balita.

"Ada 10 desa yang menjadi lokustatik nasional di kabupaten pekalongan. 7 desa di petungkriyono, 1 desa di kesesi, 1 desa di paninggaran dan 1 desa di bojong." tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: